Belum Ada Investor, Rencana Pembangunan Taman Bojana Belum Jelas

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membangun kawasan Taman Bojana. Namun, hingga kini rencana tersebut tak juga dimulai. Selain tak ada dana, tak kunjung ada investor juga jadi penyebab pembangunan pusat jajanan selera rakyat tersebut belum jelas.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti menuturkan, bangunan Taman Bojana sudah sangat lama dan tua. Dia menganggap bangunan yang ada sudah tak layak dan membahayakan bagi para pedagang. Pemerintah Kabupaten Kudus berencana akan membangun kuliner yang ada di jantung Kabupaten Kudus itu.

“Tapi pembangunan itu kapan dimulai saya belum tahu pasti. Sebab Pemkab Kudus saat ini tidak ada dana, karena adanya refocusing anggran untuk Covid-19. Investor juga belum ada,” ujar Sudiharti kepada awak media, Senin (5/6/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Baru Terkumpul Rp 1,07 Miliar, Pihak Pasar Kliwon Optimis Target Retribusi Rp 2,3 Miliar Tercapai

Sudiharti mengungkapkan, saat ini pihaknya mengundang perwakilan pedagang, untuk memberitahukan keadaan bangunan Taman Bojana. Menurutnya, saat ini bangunan Taman Bojana sangat memprihatinkan. Baik itu yang bagian luar maupun di bagian dalam. Sehingga sangat memprihatinkan.

“Taman Bojana itu kan sudah sangat tua dan memprihatinkan. Lokasinya juga di tengah kota. Bangunan seperti itu kan tidak layak dilihat, juga membahayakan untuk para pedagang,” ungkapnya.

Karena alasan itulah, tutur Sudiharti, Pemkab menawarkan ke para pedagang agar mau direlokasi ke lantai tiga Pasar Kliwon Kudus. Sebab tempat yang dipunya oleh Pemkab Kudus, saat ini hanya itu saja. Sedangkan di lantai dua Pasar Kliwon Kudus sudah tidak ada tempat.

“Ya kalau kami adanya tempat ya di lantai tiga Pasar Kliwon Kudus. Kalau lainnya tidak ada lokasi,” bebernya.

Baca juga: Pasar Baru Tetap Buka Saat Sepekan di Rumah Saja, Tak Pakai Masker Dilarang Masuk

Saat ini lanjutnya, di Taman Bojana ada sekitar 117 kios. Untuk penentuan bangunan Taman Bojana Kudus masih layak atau tidak, pihaknya masih menunggu tim penilai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus.

“Untuk penilaian bangunan kami akan meminta tolong di Dinas PUPR Kudus. Kalau hasilnya nanti bangunan Taman Bojana tidak layak dan membahayakan, maka pedagang yang ada di situ ya direlokasi,” tandasnya

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER