Kasus Covid-19 Melonjak, Kebutuhan Oksigen di Kudus Raya Meningkat Hingga 500 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan tabung oksigen tampak berjajar di dalam gudang di Samator Gas yang berada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Terlihat beberapa orang sibuk bongkar dan muat tabung berisi oksigen itu ke dalam mobil bertuliskan rumah sakit. Di bagian lain terlihat seseorang yang mengisi oksigen ke dalam tabung yang kosong. Begitulah suasana pengisian oksigen di Samator Gas Kudus.

Ditemui di lokasi, Area Manajer Kudus Raya PT Samator Gas Endi Maesoni mengatakan, sejak kasus Covid – 19 melonjak di wilayah Kudus Raya, permintaan oksigen juga ikut melonjak hingga beberapa kali lipat. Bahkan kebutuhan oksigen di Kudus Raya saat ini meningkat hingga 500 persen dibanding sebelumnya.

“Saat ini kasus Covid-19 di Kudus dan daerah sekitarnya melonjak. Sehingga, kebutuhan oksigen di Kudus Raya ini naik hingga 500 persen,” ujar pria yang akrab disapa Soni kepada awak media, Selasa (29/6/2021).

-Advertisement-
Area Manajer Kudus Raya PT Samator Gas Endi Maesoni saat mendampingi anggota DPRD Kudus meninjau stok oksigen di perusahaannya. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : DPRD Cek Stok Oksigen di RSUD Kudus, Mukhasiron : ‘Ketersediaan Oksigen Sangat Parah’

Soni mengungkapkan, karena lonjakan kebutuhan oksigen tersebut pihaknya sempat kewalahan. Kebutuhan oksigen di Kudus Raya sempat belum tercukupi, karena ada skala prioritas serta masalah krisis waktu pendistribusian oksigen.

“Coba bayangkan, bagaimana kami tidak kewalahan. Biasanya sebulan kami hanya mendistribusikan sekitar 150 tabung. Akibat kasus Covid melonjak bersamaan di wilayah Kudus Raya, kami harus memenuhi permintaan oksigen 100 tabung sehari,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ada lonjakan kasus Covid – 19, jumlah pasien yang masuk rumah sakit jumlahnya lebih banyak dari pada oksigen yang didistribusikan. Hal tersebutlah yang menjadikan ketersediaan oksigen di rumah sakit menipis.

Namun, kata dia, saat ini pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan oksigen di Kudus Raya. Terlebih saat ini sudah ada kebijakan distribusi oksigen bisa ditangani langsung oleh kantor perwakilan Kudus. Aset juga secara perlahan akan ditambah.

“Aset akan kami tambah, termasuk tabung oksigen dan armada untuk distribusi. Kalau itu sudah ada. Kebutuhan dan distribusi oksigen di Kudus Raya akan terpenuhi dan tidak akan ada keterlambatan,” jelasnya.

Sebelum semua tersedia, Soni memohon maaf kalau ada keterlambatan. Sebab setiap hari kebutuhan oksigen di Kudus Raya, sekitar 650 sampai 800 tabung. Itu baru oksigen yang di tabung, belum oksigen liquid. Sedangkan pihaknya saat ini hanya ada empat truk, setiap truknya hanya mampu mengangkut 100 tabung.

“Jadi kami mohon maaf, izin kalau ada keterlambatan distribusi,” ujarnya.

Sony mengungkapkan, selama ini pihak rumah sakit banyak yang mengerti dengan keterbatasan Samator Gas Kudus. Oleh sebab itu beberapa rumah sakit di Kudus dan daerah lainnya, dengan membawa armada datang ke Samator Gas untuk mengambil Oksigen sendiri.

Baca juga : Disuplai dari 3 Vendor, RS Mardi Rahayu Pastikan Stok Oksigen Cukup

“Kalau dulu sebelum ada lonjakan permintaan oksigen, kami yang mengantar. Namun, sekarang mereka berinisiatif untuk menjemput bola, dengan mengambil oksigen ke Samator Gas Kudus,” bebernya.

Dia mengatakan, meski permintaan oksigen meningkat tajam, pihak Samator Gas Kudus tidak ada niatan untuk menaikan harga. Sebab pihaknya tahu ini lagi ada musibah pandemi. Pihak Samator Gas itu tidak semata – mata bisnis, tapi Samator Gas siap melayani dan peduli kepada masyarakat.

“Tujuan kammi yang utama adalah membantu masyarakat. Mari bahu membahu agar kebutuhan oksigen di Kudus Raya ini bisa terpenuhi. Kami pun berharap agar masyarakat selalu taat protokol kesehatan, agar tidak terpapar Covid – 19,” harap Soni.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER