Cerita Kepala DKK Terpapar Covid Varian Delta, Badai : ‘Saya Sebelumnya Tak Melakukan Perjalanan Jauh’

BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo belum lama ini terkonfirmasi positif Covid-19 varian Delta. Ia pun menceritakan pengalamannya ketika terpapar covid, dan dirinya mengaku tidak pernah keluar kota beberapa hari sebelum terkonfirmasi covid.

Ia katakan, sebelum dinyatakan positif covid-19, ia hanya melakukan perjalanan dari rumah hingga kantor. Tidak pernah pergi ke luar daerah, sebab saat itu pihaknya sedang sibuk mempersiapkan tempat isolasi terpusat di Rusunawa Bakalankrapyak dan Akbid Kudus.

Baca juga : DKK Kudus Belum Bisa Pastikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus Karena Varian India

-Advertisement-

Namun, sampel miliknya yang dikirim untuk dilakukan uji laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dinyatakan positif varian delta.

“Masa inkubasi itu 14 hari. Selama dua minggu sebelumnya (sebelum positif), saya tidak kemana-mana. Berada di rumah saja, maksudnya hanya rumah sampai kantor. Dan tengah mengurus di Rusunawa dan Akbid waktu itu,” cerita Badai kepada awak media, Sabtu (26/6/2021).

Dengan pengalaman yang ia alami, Badai ingin mengatakan, bahwa varian delta yang terdeteksi di Kudus, tidak bisa dijadikan patokan bahwa Kudus adalah sumber adanya varian delta. Sehingga, belum bisa diketahui secara pasti, daerah mana yang menjadi sumber penyebaran varian yang dikatakan.

“Saya itu ya terkena delta. Saya ingin membuktikan, bahwasanya saya sendiri yang terkena varian delta itu dalam kondisi tidak kemana-mana. Sehingga belum diketahui sumbernya dari mana,” ungkapnya.

Pengalaman lain saat terpapar varian delta, Badai menceritakan, bahwa dirinya sempat tak bisa mendengar dengan jelas dan disertai dengan gejala ringan seperti pusing. Ia pun melakukan isolasi di rumah, sebab apa yang dialaminya masuk dalam status orang tanpa gejala (OTG).

“Yang jelas itu pusing, yang kelihatan agak berbeda sedikit itu telinga, agak sedikit budeg (tidak bisa mendengar),” katanya.

Seperti yang diketahui, Badai adalah satu di antara 6.635 nakes yang sudah divaksin. Baik dosis pertama maupun kedua. Namun, dari data tersebut, ada sekitar 700 nakes yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Meskipun untuk saat ini hampir semuanya sudah dikatakan sembuh dari virus.

“Saya bersama ribuan nakes lainnya telah mendapat vaksin lengkap. Kemudian yang terpapar sebanyak 700-an. Dan sebanyak 90 persen yang terpapar itu sudah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Baca juga : Kepala DKK Sebut Vaksinasi di Kudus Setiap Harinya Capai Sekitar 5 Ribu Sasaran

Sehingga, lanjutnya, bagi yang terpapar dan telah melakukan vaksinasi itu bisa terhindar dari kemungkinan terburuk.

“Kalau mau dibandingkan antara yang sudah divaksin dengan yang belum, itu ada efektivitas bagi yang sudah divaksin. Artinya vaksin punya banyak manfaat daripada tidak,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER