Bisnis Keranjang Tombong di Mejobo Ini Punya Omzet Belasan Juta Sebulan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang pria terlihat begitu telaten menganyam tali plastik warna hijau untuk dijadikan keranjang tombong atau bronjong. Tak jauh dari mereka, seorang pria tampak meneliti keranjang yang suda jadi. Pria tersebut adalah Eko Sugiono, Pemilik kerajinan keranjang tombong.

Ditemui di sela-sela pekerjaannya itu, Eko sudi berbagi kisah kepada betanews.id soal usahanya tersebut. Desa Mejobo RT 8 RW 4, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu mengatakan, memilih tali plastik limbah garmen untuk dijadikan keranjang karena bahannya lebih awet dan tahan panas maupun hujan. Selain itu, tali plastik ini juga mudah dianyam menjadi barang-barang lain seperti ekrak, tas anyam untuk ke pasar, dan lain-lain.

Seorang karyawan sedang menyelesaikan pembuatan keranjang tombong di mejobo. Foto: Muhammad Adib Tamariansyah.

“Kalau dari bahan plastik itu kelebihannya tahan panas dan hujan. Berbeda dengan keranjang yang dari bambu,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (23 April 2021).

-Advertisement-

Baca juga: Limbah Garmen Ini Disulap Mulyono Jadi Keranjang Tombong Bernilai Jual Tinggi

Bertahun-tahun berkecimpung di bisnis keranjang tombong, Eko kini sudah punya pelanggan di berbagai daerah seperti Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera.

“Saya juga memasarkannya di pasar-pasar yang ada di Kudus, toko peralatan rumah tangga dan pengepul,” beber Eko.

Baca juga: Tempat Sampah Limbah Tali Peti Kemas Nor Laris Manis, Sebulan Bisa Terjual Ribuan

Tak hanya itu, harga keranjang tombongnya pun cukup terjangkau yakni untuk yang bahannya tipis itu Rp 220 ribu dan yang tebal Rp 250 ribu.

“Sekarang saya sudah punya lima karyawan dan punya omzet Rp 16 juta sebulan,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Adib Tamariansyah (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER