31 C
Kudus
Sabtu, Januari 16, 2021
Beranda Business Limbah Garmen Ini...

Limbah Garmen Ini Disulap Mulyono Jadi Keranjang Tombong Bernilai Jual Tinggi

BETANEWS.ID, PATI – Keranjang warna hijau terlihat bertumpukan di depan sebuah rumah tepi Jalan Raya Pati-Kudus tepatnya di Dukuh Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Di antara barang tersebut, terdapat seorang pria yang tengah menganyam tali plastik. Ia adalah Mulyono (40), pengrajin keranjang tombong.

Sambil meneruskan pekerjaannya, Mulyono akan berbagi cerita soal usaha pemanfaatan limbah garmen yang dirintis 2012 lalu itu. Ia membuat keranjang ini berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, ia bertandang ke rumah kerabatnya yang sedang membangun rumah dan melihat sang empunya rumah membuat kerajinan keranjang. Dari situ ia langsung tertarik dan belajar di sana.

Mulyono sedang menyelesaikan pembuatan keranjang tombong di rumahnya. Foto: Khalim Mahfur.

“Saya melihat dia membuat keranjang tombong lalu saya tertarik untuk ikut membuatnya. Karena mungkin saya terampil, dalam waktu latihan saya bisa menyelesaikan satu keranjang tombong dalam waktu setengah hari saja,” ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Tempat Sampah Limbah Tali Peti Kemas Nor Laris Manis, Sebulan Bisa Terjual Ribuan

Setelah mahir, ia pun mulai mencari informasi bahan baku dan ketemu lah pengepul limbah garmen di Desa Karaban, Kecamatan Kayen. Dalam sehari, Mulyono bisa membuat dua buah keranjang tombong berbahan bekas tali peti kemas sambil menjaga anak-anaknya saat istrinya sedang bekerja di pabrik.

Selain keranjang tombong, ia juga membuat ekrak, tas belanja, keranjang biasa, tempat sampah, dan juga pot. Tak hanya itu, ia juga bisa membuat barang sesuai pesanan.

“Pengepul di Karaban itu ambil dari pabrik garmen dari daerah Purwakarta,” terangnya.

Saat ini, ia menjual berbagai karyanya itu hanya di depan rumahnya saja. Menurutnya, letak kediamannya itu sudah stategis sebagai lapak jualan. Ia juga tak ambil pusing dalam menjual keranjangnya karena hampir setiap hari ada saja pelanggan yang datang untuk membeli dagangannya.

“Dulunya pernah saya jual ke pasar cuman saya pikir-pikir rugi, jadi saya taruh di depan sini saja dan pasti laku. Biasanya dari supir-suir truk yang kebetulan lewat,” ungkap Mulyono.

Baca juga: Tak Hanya Lucu, Pelihara Kelinci Ternyata Juga Menguntungkan, Pantas Banyak Peminat

Untuk mendapatkan keranjang tombong, pembeli cukup membayar mulai harga Rp 125 ribu hingga Rp 180 ribu tergantung ukuran dan bahan. Sedangkan barang lain harganya juga relatif terjangkau.

“Di masa pandemi ini bahan bakunya susah didapat karena pengepul yang biasanya mengambil bahan dari Purwakarta dibatasi karena PSBB, sehingga bahan yang digunakan untuk membuat keranjang ini tidak ada. Jadi proses produksi terpaksa sempat terhenti,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
26,722PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler