31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaWisataPengunjung Membeludak, Wisata...

Pengunjung Membeludak, Wisata Balong Sangkal Putung Ditutup

BETANEWS.ID, KUDUS – Objek Wisata Balong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus ditutup, Kamis (20/05/2021). Hal itu sebagai imbas membeludaknya pengunjung di Kupatan ini.

Camat Mejobo Aan Fitrianto mengatakan, tempat tersebut telah melanggar aturan pemerintah soal maksimal 30 persen pengunjung dari kapasitas. Menurutnya, meski protokol kesehatan di Wisata Balong Sangkal Putung sudah sangat ketat, tetapi sayangnya kapasitas pengunjung belum memenuhi syarat. Jadi untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19, maka ditutup untuk sementara waktu.

“Kalau aturannya dari pemerintah tempat wisata boleh dibuka asalkan ada pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas dan tutup hingga 15.00 WIB,” jelasnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Setelah Lebaran Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Hartopo: ‘Akibat Liburan ke Luar Daerah’

“Sebenarnya kami bisa menampung sebanyak 300 pengunjung, tetapi saat lebaran ketupat ada 200 pengunjung yang datang. Sedangkan peraturan pemerintah idealnya 30 persen (100 pengunjung),” tambahnya.

Kapolsek Mejobo AKP Cipta menambahkan, tim satgas gabungan Covid-19 terus memantau sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tetapi untuk Wisata Balong, sudah memenuhi prokes dengan baik. Di pengunjung saja yang bermasalah

“Kalau untuk prokesnya sudah memenuhi syarat, di sini juga ada tim satgas  dari kecamatan, koramil, polsek untuk melakukan kegiatan operasi,” tambahnya.

Baca juga: Parade Sewu Kupat dan Festival Bulusan Ditiadakan, Tempat Wisata Tetap Boleh Buka

Sedangkan Kepala Desa Kesambi M Masri menjelaskan, sebenarnya ia telah mengantisipasi agar pengunjung tidak membeludak. Dirinya juga tidak melakukan promosi tentang pembukaan wisata. Lalu untuk untuk hari biasa, biasanya pengunjung  yang datang hanya berkisar 30an orang saja.

“Untuk mengurangi pengunjung kami tidak mengekspos wisata, kami juga mengurangi jumlah fasilitas dan pedagang di area wisata. Tapi akhirnya tetap saja kami menutup tempat wisata ini sementara waktu untuk mematuhi imabuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler