31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaBudayaNgalap Berkah Ramadan,...

Ngalap Berkah Ramadan, Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Festival Takjil

BETANEWS.ID, KUDUS – Berbagai jenis makanan tampak tertata rapi di sejumlah stand yang ada di Kampung Budaya Piji Wetan, Lau, Dawe, Kudus. Seorang pria mengenakan udeng di kepala terlihat mendatangi dan menyapa penjaga stand-stand di sana. Dia yakni Muchammad Zaini (35), Ketua Kampung Budaya Piji Wetan. Usai menyapa dan membeli sejumlah makanan, dia meluangkan waktu untuk berbagi cerita kepada betanews.id tentang acara Festival Takjil tersebut.

Pria yang akrab disapa Jessy itu menjelaskan, pihaknya berharap mendapat berkah ramadan dengan adanya Festival Takjil. Selaian rangkaian acara lomba dan pementasan, panitia juga menyediakan satu stand khusus untuk penukaran kupon sembako murah yang dibagikan ke 1000 orang.

Muchammad Zaini, Ketua Kampung Budaya Piji Wetan meninjau salah satu stand panganan tradisional. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Agus Nekat Jadi Peserta Lomba Tarkhim Meski Persiapan Dadakan

- Ads Banner -

“Kegiatan ini dalam rangka ngalap berkah Ramadan. Persiapan kami sekitar dua pekan, tapi efektif hanya satu pekan. Sempat ada kendala di pembagian kupon. Awalnya kami serahkan ke pihak desa, tapi meleset. Akhirnya kami ambil alih dan kami bagikan sendiri,” terangnya, Jumat (30/4/2021).

Jessy melanjutkan, jika awalnya ingin memfokuskan kupon sembako murah kepada orang yang membutuhkan. Karena waktunya tidak memungkinkan, akhirnya ia menyebar 1000 kupon secara acak di Desa Lau dan sekitarnya.

“Rencana awal kami mau fokuskan ke orang yang membutuhkan. Karena meleset dari jadwal akhirnya yang penting dibagikan. Selain sembako murah, juga ada paket dari Alfamart sembako komplit,” beber Jessy.

Sambil menunjuk ke arah panggung, Jessy merinci rangkaian acara kegiatan yang di mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 2021 itu. Di antaranya parade takjil, lomba tarkhim, lomba adzan, pembagian sembako dan bazar murah.

“Kegiatan ini kami laksanakan selama tiga hari. Memilih lomba adzan subuh dan tarkhim karena kebanyakan dilakukan orang tua, harapan kami kedepan bisa diisi generasi muda. Peserta masih sedikit, tarkhim ada enam yang daftar dan adzan subuh sekitar 17 orang,” lanjutnya.

Baca juga : Kampung Budaya Piji Wetan Dilaunching, Bergas: ‘Ini Wujud Nyata Menjaga Kearifan Lokal’

Ia menambahkan, jika pihaknya berharap dengan acara tersebut bisa memicu para generasi muda agar mewarisi budaya dan nilai-nilai kebaikan yang ada. Sehingga ia ingin menggaungkan kembali tradisi baik agar menjadi semboyan di Kampung Piji Wetan.

“Harapan kami bisa mewarisi kebaikan nilai-nilai orang sepuh. Belajar guyup rukun kita semboyankan dan kita latih kembali agar menjadi dasar di Kampung Piji Wetan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler