Kasus Covid-19 Melonjak, Bupati Minta Rumah Sakit di Kudus Sediakan Ruang Isolasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus positif covid-19 di Kabupaten Kudus beberapa hari terkahir mengalami peningkatan. Dinas Kesahatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, dalam sehari, tepatnya pada Kamis (20/5/2021), ada tambahan 60 kasus positif baru. Padahal di hari sebelumnya sudah ada tambahan sebanyak 79 kasus positif.

Mengantisipasi hal terburuk terjadi, Bupati Kudus HM Hartopo pagi tadi melakukan pengecekan ruang isolasi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Hartopo mengecek ruang isolasi yang disiapkan RSUD untuk menampung pasien positif Covid-19.

Hartopo juga mengimbau agar semua rumah sakit di Kudus untuk menyediakan ruang isolasi pasien Covid-19 atau ICU. Sedangkan, untuk di RSUD Kudus sendiri, saat ini telah menyiapkan lima bangsal untuk menampung pasien Covid-19.

-Advertisement-
Bupati Kudus HM Hartopo saat melakukan pengecekan ruang isolasi Covid-19 di RSUD Kudus. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : Muncul Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Hingga 400%

“Saya telah mengintruksikan agar ditambah ruang isolasi, baik untuk rumah sakit lini satu, lini dua maupun lini tiga. Tadi saya melihat di RSUD sudah ada penambahan kapasitas ruang isolasi yang kini menjadi 91 kamar,” kata Hartopo, melakukan pengecekan ruang isolasi di lantai 2 RSUD dr Loekmono Hadi, Jumat (21/5/2021).

Menurut Hartopo, penyebab banyaknya kasus positif di Kudus saat ini, bukan karena banyak pemudik yang datang ke Kudus. Melainkan karena banyak warga Kudus yang berwisata ke daerah lain saat wisata di Kudus ditutup. Akibatnya, ketika kembali membawa virus, lalu menularkan kepada yang lainnya.

Kemudian ada juga kluster unjung lebaran. Di mana saat lebaran, banyak warga yang tak patuh protokol kesehatan. Membuka masker saat bercengkrama di dalam rumah.

“Kluster lebaran bisa dari anjang sana anjang sini, mereka semua abai prokes dan menyebabkan penyebaran Covid-19 meningkat. Kalau ada tamu, jangan disuguhi di dalam rumah, kalau disuguhi pasti mereka akan buka masker. Tolong prokes diperketat,” jelas Hartopo.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar mengatakan, bahwa pihaknya akan kembali mengaktifkan bangsal atau ruangan isolasi Covid-19 yang sebelumnya ditutup. Bukan menambah kembali ruangan.

“Kami tidak membuka baru, tapi mengaktifkan kembali ruangan yang sebelumnya ditutup. Senin kemarin Ruang Anggrek sudah kita buka dengan kapasitas 16-18 tempat tidur. Ruang Melati 2 yang dulu tutup, sekarang kita aktifkan lagi, ” ungkap Aziz.

Baca juga : Hartopo Harap Perusahaan di Kudus Segera Realisasikan Vaksinasi Gotong Royong

Tapi jika memang nanti penambahan kasus positif Covid-19 bergejala membludak, pihaknya akan menambah beberapa ruangan lagi. “Kalau ada penambahan, kita akan buka lagi, ” katanya.

Sejauh ini di RSUD sendiri, jelas Aziz ada 20 pasien yang suspek dan 71 lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di lima bangsal yang telah disiapkan. Yakni Ruang Anggrek yang memiliki kapasitas 18 tempat tidur, ruang Melati 2 dengan 36 tempat tidur, ruang Dahlia 1 dan 2 dengan masing-masing 24 tempat tidur. Ditambah ruang ICU Covid-19 yang memiliki kapasitas 10 tempat tidur.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER