BETANEWS.ID, SEMARANG – Tumpukan sampah plastik yang berada di Kampung Laut Tambakrejo, Semarang membuat pembudidaya kerang merugi hingga jutaan ketika panen. Hal itu membuat pembudidaya kerang di Kota Semarang pusing tujuh keliling.
Jika biasanya sekali panen bisa sampai 3 ton kerang, tapi saat ini hanya bisa panen 1 ton saja karena terganggu oleh sampah plastik yang menempel di rumah kerang.
Petani kerang Tambakrejo, Selamet mengatakan, sampah plastik yang ada di Tambakrejo sangat mengganggu pembibitan kerang miliknya dan hasil tangkapan kerang oleh para petani kerang.
“Bisa dibilang sangat berpengaruh pada tangakapan kita,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/5/2021).
Baca juga: Nelayan Gusar Sampah Banjiri Kampung Tambakrejo, Perahu Banyak yang Rusak
Biasanya, lanjut Selamet, banyak sampah-sampah yang menempel di rumah kerang yang terbuat dari bambu. Hal itu membuat pembibitan kerang miliknya kualitasnya jadi berkurang.
“Hasil tangkapan sangat berpangaruh, saya kan mempunyai terumbu kerang sampah-sampah itu sangat mengganggu. Jadinya bibitnya dulu bagus sekarang jelek,” ujarnya.
Selain itu, sampah plastik banyak yang merusak jaring dan perahu nelayan. Dia menyebut beberapa jaring nelayan jebol lantaran tersangkut sampah.
“Itukan kendalanya yang kebanyakan itu bambu untuk rumah kerang banyak sampah plastik yang menempel,” katanya.
Baca juga: Revitalisati Kota Lama Semarang Tuai Kritik, Dinilai Abaikan Prinsip Konservasi
Menurutnya, sampah plastik tersebut juga berdampak pada pendangkalan laut dan muara sungai di sepanjang Kampung Nelayan Tambakrejo.
“Sekarang sampahnya kepinggir melebar. Tadinya agak ke tengah sekarang ke pinggir,” paparnya.
Sampai saat ini warga belum melihat peran Pemerintah Kota Semarang untuk menanggulangi sampah kiriman dari daratan yang akhirnya merusak ekosistem di laut itu.
“Saya belum melihat peran pemerintah, kita dua hari kemarin mencoba membersihkan namun kalau sampahnya sebanyak itu harus bersama-sama,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

