31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Terlalu Lama PJJ, Kepala SMP 1 Kudus Khawatir Ada Degradasi Karakter Siswa

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Apalagi pandemi virus Covid-19 yang belum reda sampai sekarang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus belum memberikan lampu hijau untuk semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Melihat kenyataan ini, Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan khawatir karakter para siswanya mengalami penurunan atau degradasi karakter.

“Saya takut semakin lama melakukan pembelajaran jarak jauh nanti ada penurunan moral, terjadi degradasi karakter siswa, ” kata Ahadi, Jumat (30/4/2021).

-Advertisement-

Baca juga : SMP 1 Kudus Fasilitasi Siswa untuk Tetap Berkreasi di Masa Pandemi

Siswa pada dasarnya, lanjut Ahadi, merupakan aset sumber daya manusia (SDM) yang akan bermanfaat bagi masyarakat nantinya. Kiprah mereka sangat berpengaruh terhadap kecerdasan sosial.

Jadi apabila PJJ terus menerus dilakukan dan ditambah tidak adanya pengawasan langsung dari orang tuanya, hal ini jadi kekhawatiran tersendiri baginya.

“Izin untuk melakukan PTM kita memang belum dapatkan. Tapi, walaupun tak tertulis, ada sinyal untuk diizinkan melakukan PTM. Dengan catatan protokol kesehatan, seperti ketika ujian sekolah kemarin, ” tuturnya.

Meski demikian, jika memang diharuskan PJJ harus terus dilakukan, Ahadi bertekad bersama guru-guru lainnya akan mengajar dengan profesional. Tapi jika surat resmi PTM boleh dilakukan sudah turun, pihaknya merasa sangat senang.

“Kalau bisa masuk kami senang. Pendidikan karakter bisa kita lakukan secara langsung, ” jelasnya.

Untuk diketahui, hari ini beberapa siswa dipersilakan untuk masuk sekolah. Tujuanya, yakni untuk membagikan kisi-kisi ujian dan untuk mengumpulkan zakat fitrah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada membenarkan, bahwa SMP 1 Kudus memperbolehkan siswanya datang. Tapi dari apa yang disampaikan Ahadi saat meminta izin kepadanya, hanya untuk membagikan kisi-kisi. Bukan untuk melakukan PTM.

Harjuna menegaskan, bahwa izin untuk 26 sekolah yang telah melakukan ujian sekolah tatap muka, hingga kini belum bisa diberikan izin melaksanakan PTM. Hanya SMP 1 Jekulo saja yang sudah diberi lampu hijau melanjutkan PTM di tahap dua, yang ditargetkan berakhir hari ini.

Baca juga : SMPN 1 Kudus Siapkan Skema Penilaian Tengah Semester Secara Tatap Muka

Harjuna sendiri tidak ingin gegabah memberikan izin kepada sekolah untuk melakukan PTM. Semuanya harus menungu surat rekomendasi Satgas Covid-19.

“Kita menunggu surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk PTM. Tapi kalau pembahasan kisi-kisi saja secara langsung, ndak masalah. Asalkan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER