Mahmudun (kanan), Ketua DPC Organda Kudus. Foto: Kaerul Umam

Mahmudun, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organda Kudus mengatakan, di Kudus ada sekitar enam perusahaan otobus. Di masa pandemi keuangan beberapa perusahaan otobus di Kudus memprihatinkan. Ditambah dengan adanya pelarangan mudik, tentu hal tersebut akan memperburuk keadaan. Meski sudah final, ia berharap ada kelonggaran dari kebijakan tersebut.

Misal, ungkap Mahmudun, perusahaan otobus tetap diperbolehkan mengangkut penumpang dengan penerapan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Mungkin setiap armada hanya diperbolehkan mengangkut penumpang separuh dari kapasitasnya. Menyediakan handsanitizer, penumpang harus bermasker dan tes antigen. Tujuannya agar perusahaan otobus bisa bangkit, sebab selama pandemi perusahaan otobus lah yang paling terdampak.

“Karena kebijakan larangan mudik sudah final, kami tetap mengikuti aturan pemerintah. Namun, kami juga berharap ada kelonggaran. Semoga saja pandemi segera berakhir, dan kebijakan larangan mudik tahun ini jadi yang terakhir,” harapnya.


Tim Liputan: Ahmad Rosyidi, Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter, Videografer). Suwoko (Editor Berita). Andi Sugiarto (Editor Video). Lisa Mayna (Translator).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini