31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Hanyutkan Ratusan Kapal Kertas, Anak-anak di Sukoharjo Doakan Awak KRI Nanggala 402

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Suara riuh anak-anak terdengar jelas di bantaran Sungai Taman Loasari, di RT 003 RW 004, Kecamatan Gayam, Sukoharjo sore itu. Terlihat mereka membawa perahu kertas warna-warni dan atribut lainnya. Di antara mereka nampak seorang pria yang mengenakan kostum Gatot Kaca, ia adalah Agus Widanarko.

Bersama anak-anak dari TPQ Mujahidin, Agus melakukan pelepasan kapal kertas warna-warni dan juga doa bersama untuk para TNI yang gugur dalam tragedi tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 beberapa waktu lalu.

Baca juga : Doa untuk KRI Nanggala-402, Ganjar : ‘Semoga Seluruh Awak Kapal Diberi Keselamatan’

-Advertisement-

“Karena respon dari warga kemarin melihat kejadian Nanggala yang tenggelam dan kita pingin memotifasi adek-adek dan mendoakan mereka yang telah gugur. Semoga adik-adik tetap memiki semangat dan bercita-cita menjadi TNI,” ujarnya, Senin (26/4/2021).

Selain melarung kapal kertas yang bertuliskan doa untuk Nanggala 402, ada juga tabur bunga, tiup lilin dan juga pengibaran bendera setengah tiang sebagai penghormatan.

Di antara anak-anak, terlihat ada yang membawa kertas dengan tulisan ucapan doa serta ungkapan belasungkawa. Beberapa di antaranya adalah “Pray for Nanggala 402, Ya Allah Tempatkanlah Mereka di Sisi Terbaikmu, Selamat Jalan Pahlawan”.

Anak-anak ketika akan menghanyutkan kapal kertas sebagai bentuk penghormatan kepada awak kapal Nanggala 402. Foto: Ist

Kegiatan diawali dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Kemudian beberapa anak menaiki perahu untuk melarung kapal kertas dengan menyanyikan lagu Gugur Bunga bersama-sama.

Agus beserta rekan-rekannya juga memberikan edukasi kepada anak-anak seputar Naggala, di mana Naggala sendiri adalah senjata yang dimiliki oleh Bala Dewa.

“Ada Gathot Kaca di sini, karena ingin mendoakan Nanggala. Di mana Nanggala itu sendiri adalan senjata dari Bala Dewa yang merupakan Pak De dari Gatot Kaca,” ucapnya.

Melalui aksi uniknya ini, Agus juga bermaksud untuk mengedukasi anak-anak supaya mengetahui kisah kisah tokoh pewayangan.

Tak lupa, Agus juga memberikan motivasi kepada anak anak untuk terus semangat menggapai cita-citanya untuk menjadi TNI.

Pengelola Taman Losari, Sarwo Supono mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendoakan kru kapal Nanggala yang gugur saat bertugas supaya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga : Ganjar Ajak Peserta Pelantikan Bupati Grobogan Doakan 53 Awak KRI Nanggala-402

“Kegiatan ini juga diikuti oleh warga sekitar. karena kita tidak bisa ke sana, jadi hanya doa saja yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu anak TPQ Mujahidin, Faisal Atalarik Nisa Novid (11) mengaku turut prihatin atas kejadian tenggelamnya Kapal Nanggala 402 tersebut.

“Semoga di Indonesia tidak ada kecelakaan lagi, di laut maupun di udara dan di daratan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER