BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 805 guru SMP di Kudus masih menunggu jatah vaksinasi di tahap selanjutnya. Vaksinasi, merupakan syarat wajib untuk mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah wabah pandemi virus Covid-19.
“Total keseluruhan guru SMP di Kudus ada 1.545 orang dan yang sudah divaksin sebanyak 470 orang. Jadi kurang 805 orang yang belum divaksin, ” kata Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Dian Vitayani Winahyu, Kamis (22/4/2021).
Baca juga : Vaksinasi di Kudus Terhambat Jatah Vaksin, Hartopo: ‘Semoga Juli Semua Guru Sudah Divaksin’
Saat ditemui di ruangannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus untuk menjadikan tenaga pendidik sebagai prioritas vaksinasi di tahap selanjutnya.
Selain itu, juga tercatat ada sekitar 4.600 guru Sekolah Dasar (SD) yang menunggu jatah vaksinasi. Dari 4.675 guru SD, kata Dian, baru sekitar 75 orang guru yang sudah divaskin. Semuanya merupakan SD yang sedang sedang melakukan simulasi PTM di pekan ini, yang berjumlah 8 SD.
“Dari beberpa SD yang sudah kami monitor proses PTM nya, semua protokol kesehatan yang diterapkan sudah ketat. Mereka sudah menjaga prokes dengan baik. Sampai hari ini, kami tidak mendapatkan kasus konfirmasi positif dari guru SD,” terangnya.
Jika sampai Sabtu nanti, semua SD yang simulasi PTM bisa berjalan dengan baik, selanjutnya Disdikpora akan meminta izin ke provinsi untuk melakukan ujian sekolah yang rencanya akan dilakukan mulai tanggal 26 April mendatang.
Baca juga : Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Ratusan Guru di Kudus Jalani Vaksinasi
“Minggu depan kami berharap SMP sudah mulai bisa melakukan simulasi PTM setelah lakukan ujian tatap muka. Begitupun bagi SD, semoga di minggu depan bisa melakukan ujian sekolah tatap muka, ” harapnya.
Sedangkan menanggapi anjuran dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menyebut simulasi PTM akan diperpanjang dari tanggal 26 April hingga 7 Mei 2021 nanti, Disdikpora Kudus hanya bisa mengikutinya saja. Sejauh ini belum ada tambahan sekolah yang ingin mengikuti PTM. Sebab, semuanya disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di Kota Kretek. Pihaknya tetap berpedoman, bahwa syarat guru melakukan PTM memang harus divaksin terlebih dahulu.
Editor : Kholistiono

