31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

6 Bulan Mati, Api Abadi Mrapen Hari Ini Akan Coba Dihidupkan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Api Abadi Mrapen menggegerkan masyarakat karena berhenti menyala sejak September 2020 lalu. Setelah enam bulan mati, api akan coba dihidupkan lagi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, hari ini, Selasa (20/4/2021).

Sebelumnya, Ganjar telah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah menangani persoalan padamnya api di Objek Wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Ganjar meminta pencarian sumber gas Api Abadi Mrapen agar selanjutnya bisa dinyalakan lagi.

APi Abadi Mrapen yang padam enam bulan akan coba dihidupkan lagi. Foto: Ist.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah untuk menyalakan api di Mrapen. Di antaranya melakukan upaya teknis mencari cebakan gas dan pola distribusi (aliran) gas, melalui pendugaan di bawah permukaan.

-Advertisement-

Baca juga: Selidiki Padamnya Api Abadi Mrapen, Ganjar: ‘Kalau Ada Pengeboran Ilegal Pasti Ditindak’

Selain itu, pihaknya juga mancari sumber gas melalui pemetaan geologi permukaan, dan pengukuran geolistrik tiga dimensi ke bawah. Ini bertujuan untuk meyakini sekali lagi adanya sumber reservoir, yang menjebakkan gas di bawah permukaan tanah. Reservoir adalah tempat menyimpan barang-barang cadangan seperti air dan bahan bakar gas.

“Akhirnya kita meyakini cebakan gas dan pola distribusi (aliran) gas. Dari proses itu lalu kita melakukan pemboran yang pemborannya bersifat ekplorasi,” jelasnya, Senin (19/4/2021).

Ada dua titik yang dilakukan pemboran dengan kedalaman masing-masing 40 meter, hingga akhirnya terjadi semburan gas dan air (blow out). Namun setelah ditangani, tekanan gas melemah. Pihaknya juga melakukan pembersihan dan pengeboran yang lebih dalam hingga pada kedalaman 42 meter.

Baca juga: Warga Diminta Optimalkan Tanam Pohon di DAS Rawan Longsor

“Akhirnya di 42 meter, tekanan kuat dan kemudian kita bersihkan sumurnya. Kita orientasikan aliran fluida-nya yang kemudian dikuti oleh aliran gas,” sambungnya.

Dari situlah, ESDM meyakni gas yang berada di aliran bawah permukaannya ter-orientasi kembali ke satu titik bor. Kemudian, pihaknya membersihkan sumur bor kedua karena memang memiliki tekanan yang tinggi. Sehingga,  reservoirnya bersih dan gasnya mengalir kuat di satu tempat.

“Inilah yang kemudian di dalam kawasan api abadi Mrapen itu, kita yakini nanti bakal akan hidup lagi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER