BETANEWS.ID, KUDUS – Salah satu rumah sakit di Kudus, yakni Rumah Sakit Mardi Rahayu sudah memiliki alat GeNose. Alat buatan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, merupakan alat untuk mendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas.
GeNose, diklaim bisa mendeteksi Covid-19 dengan tingkat sensitivitas 89-92 persen dan spesifitas 95-96 persen. Cara kerja alat ini, yakni dengan mengambil sampel dari hembusan napas pasien yang dimasukkan ke dalam kantung plastik khusus. Selanjutnya, dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) udara tersebut, dideteksi apakah positif atau negatif Covid-19.
Juru Bicara Satgas Covid Rumah Sakit Mardi Rahayu Yuliana Wara mengungkapkan, bahwa ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan skrining dengan GeNose.
Baca juga : RS Mardi Rahayu Buka Layanan Skrining Covid-19 dengan GeNose, Biayanya Rp 50 Ribu
“Setidaknya, dua jam sebelum melakukan skrining harus berpuasa. Artinya, tidak makan makanan yang berbau menyengat seperti petai, durian, petis dan lainnya. Begitu juga, tidak merokok, minum kopi, the, minum minuman bersoda dan sejenisnya,” ujarnya.
Dengan menggunakan GeNose, kata Yuliana, hasil pemeriksaan akan dengan cepat diketahui. Sekitar 5 menit hasilnya langsung kelihatan.
“Kalau saat pemeriksaan ada yang positif, harus diulang lagi (GeNose). Selang 30 menit diisi dengan kumur-kumur, minum air putih, terus tes lagi. Kalau negatif akan diulang sekali lagi. Tapi kalau positif, harus dilanjutkan dengan tes PCR,” papar Yuliana.
Di Rumah Sakit Mardi Rahayu, kini masyarakat sudah bisa mengakses layanan tersebut. Untuk waktu layanan, yakni pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB, dan hari Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB. Sedangkan Hari Minggu dan hari libur nasional, RSMR belum bisa memberikan pelayanan.
Kemudian untuk biaya sendiri, dirinya juga merinci, yakni jika hanya untuk mengetahui hasilnya saja, dikenakan biaya Rp 50 ribu. Tetapi, jika membutuhkan pemeriksaan dokter, yakni membutuhkan keterangan adanya gejala lainnya atau tidak, dikenakan biaya Rp 85 ribu.
Editor : Kholistiono

