Bisa Tangkal Hama, Bibit Bunga Refugia di Dinur Garden Jadi Langganan Petani

BETANEWS.ID KUDUS – Seorang pria terlihat sedang sibuk berkebun di lahan depan rumah yang berada di Desa Jepang, RT 01 RW 07, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Ia, terlihat menanam biji dan merawat bibit bunga. Dia adalah Hadi Saputro (30) Pemilik Dinur Garden.

Hadi mengatakan, usaha tersebut dimulai sejak desanya mendapatkan surat keputusan atau SK sebagai desa wisata. Sejak itu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan karang taruna setempat kemudian mempunyai ide untuk membuat taman di jalan-jalan desa. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, rencana itu belum sempat direalisasikan.

bibit bunga refugia yang dibudidayakan hadi ini jadi favorit petani untuk usir hama. Foto: Arum Fatmawati

“Berhubung masih ada Covid-19 maka rencana itu belum sempet digerakkan. Karena bibitnya sudah ada, daripada bibitnya besar tumbuh mubazir maka akhirnya coba-coba saya jual. Dan ternyata banyak yang minat untuk membelinya,” ungkapnya, Selasa, (16/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pondok Bunga Budi Karya, Tersedia Lebih 50 Jenis Aglonema yang Laris Manis

Adapun bibit dan biji yang ada di Dinur Gaden merupakan bibit bunga refugia. Bunga refugia adalah tanaman bunga warna-warni guna menghadirkan dan meningkatkan populasi predator atau musuh alami terhadap hama perusak tanaman padi atau juga disebut dengan tanaman pengendali hama. Bunga Refugia meliputi bunga matahari, bunga celosia, dan bunga rosella.

“Biji bunga matahari paling banyak dicari oleh peternak lebah, karena nektarnya paling bagus. Sedangkan bunga celosia untuk mempercantik tempat wisata, seperti yang ada di Bandungan, Jogja,” jelasnya.

Bibit bunga yang dijual di Dinur Garden berkisar mulai Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu, tergantung isinya. Untuk penjualannya, Hadi melayani pembelian langsung di rumahnya, atau bisa melalui Whatssapp 0856 9224 0296.

Untuk cara menanam biji bunga, Hadi mengatakan sangat mudah sekali. Dimulai dari biji disemai di atas sekam yang berguna untuk membantu proses pencabutan. Setelah tumbuh sekitar 5 sentimeter, kemudian dipindahkan ke polybag.

Baca juga: Bunga Adenium di Pondok Bunga Ambar Banyak Diminati Bapak-Bapak

“Bibit tersebut akan tumbuh jika terkena sinar matahari. Tetapi jika terkendala hujan maka bibit yang ditanam akan gagal,” kata Hadi.

Hadi berharap, dengan membudidayakan pembibitan bunga, Ia ingin menciptakan lingkungan yang asri di Desa Jepang. Dengan tujuan ingin membuat identitas dan mengenalkan bahwa Desa Jepang adalah desa wisata.

“Harapan untuk usaha ini kedepan adalah saya dan teman-teman karang taruna dan podarwis di sini ingin menciptakan suatu lingkungan yang asri di Desa Jepang,” pungkasnya.

Penulis: Arum Fatmawati (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER