BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2021 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, kembali menganggarkan penanganan Covid-19. Namun, dibanding tahun 2020, tahun ini, jumlahnya lebih sedikit.
Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan mengatakan, untuk anggaran penanganan Covid-19 tahun 2021, jumlahnya sebesar Rp 22 juta. Sedangkan tahun 2020 lalu, pemdes menganggarkan sebesar Rp 44 juta.
“Perlu kami sampaikan, di dalam anggaran APBDes kami di tahun 2020 sudah kami anggarkan Rp 44.750.000 untuk penanganan pandemi Covid-19. Dan pada tahun 2021 ini, kami sudah tetapkan sebanyak Rp 22.030.000,” jelas Aris di hadapan tim dari Polda Jateng saat Asistensi Kampung Siaga Candi di Gulang, pada Rabu (10/3/2021).
Selain itu, APBDes tahun 2021 ini juga akan dipotong lagi sebanyak 8 persen untuk pembelian kebutuhan terkait pencegahan pandemi Covid-19. Anggaran tersebut di luar anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sebanyak Rp 300 Ribu untuk setiap Kader Pembangunan Manusia (KPM) di setiap wilayah desa.
Baca juga : Polda Jateng Cek Desa di Kudus yang Juara Kampung Siaga Candi
Untuk bisa mencairkan dana BLT, kata Aris, ada tambahan aturan untuk desa. Yakni pihak desa harus melakukan musyawarah desa (musdes) terlebih dahulu. Mengingat, di masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, perekonomian warganya banyak yang terganggu.
“Hari Jumat ini, Desa Gulang akan mengadakan musdes agar dana BLT bisa diambil. Ya harapannya secepatnya, semoga minggu depan BLT sudah bisa cair, ” ungkap Aris kepada awak media.
Selama masa pandemi Covid-19, banyak rencana pembangunan maupun pembelian sarana prasarana di Desa Gulang yang dibatalkan. Aris menyebut, sebelum ada Covid-19 pihaknya ingin membeli mobil ambulans untuk kemudahan para warganya. Namun, disebabkan banyak dari APBDes yang direfocusing untuk pandemi, semua yang direncanakan batal.
“Makanya kami tidak bisa melakukan pembangunan. Kami berpikirnya, ya sudah tidak apa-apa, masih ada tahun-tahun selanjutnya. Kemarin ada niatan mau beli mobil ambulans, tapi tidak jadi dulu, demi kesehatan warga saja dulu, ” papar Aris.
Editor : Kholistiono

