Wakili Indonesia, Kemampuan Emosional Pelajar Kudus Akan Dites oleh OECD

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara tepuk tangan terdengar usai acara pembukaan Program Pengembangan Kecakapan Sosial Emosional di Kabupaten Kudus, yang berlangsung di Gedung SGS Wisma Ploso, Kudus, Rabu (24/2/2021). Vika Andina, selaku Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation yang ada di sana, berbagi informasi kepada betanews.id tentang program itu. Katanya, program yang dicanangkan Djarum Foundation itu akan memberi pelatihan dan pendampingan kepada guru dan kepala sekolah.

Setelah berjalan satu tahun, nantinya kemampuan emosional pelajar di Kabupaten Kudus akan dites oleh Study On Social and Emotional Skill – OECD. Dan Kabupaten Kudus akan mewakili Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain.

MoU dengan Disdikpora dan Kemenag Kudus terkait program pengembangan kecakapan emosional. Foto: Ahmad Rosyidi

“Tes ini juga menjadi bagian tolak ukur kita, apakah program ini berhasil nantinya. Dan Kudus mewakili Indonesia untuk bersaing secara internasional,” ungkap perempuan yang akrab disapa Vika itu.

-Advertisement-

Menurutnya, kemampuan sosial emosional pada siswa dapat ditingkatkan melalui pendidikan di sekolah, keluarga dan lingkungan. Secara garis besar, kemampuan sosial emosional sejalan dengan kurikulum pendidikan nasional.

“Maka dari itu, Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerja sama dengan Disdikpora Kudus dan Kemenag Kudus melaksanakan program ini. Pendampingan nantinya tidak hanya kepada guru dan kepala sekolah, tetapi kepada orang tua siswa juga,” bebernya.

Baca juga : Djarum Foundation Beri Pendampingan 635 Guru untuk Ciptakan Generasi Emas Abad 21

Program yang dimulai bulan Februari 2021 hingga Februari 2022 itu melibatkan 20 sekolah. Di antaranya 7 Sekolah Dasar (SD), 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Kudus.

“Kami akan fokus pada tujuan kami, yaitu mencetak generasi emas penerus bangsa. Agar gerasi masa depan tidak hanya cakap secara kognitif, tetapi juga unggul secara kemampuan sosial emosional,” jelas Vika.

Ditemui di lokasi yang sama, Harjuna Widada, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, mengaku sangat mendukung program tersebut. Ia juga akan memperluas program itu dengan melibatkan Pusat Belajar Guru Kudus.

“Kami berharap bagi sekolah yang mendapat pelatihan dan pendampingan ini, bisa menjadi contoh dan pemicu sekolah-sekolah lainnya. Kami juga akan memperluas program ini dengan melibatkan Pusat Belajar Guru Kudus untuk menjadi bagian percepatan penerapan di seluruh sekolah yang ada di Kudus,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER