Ponpes Al Muayyad dan Zahir Mania Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Kudus

BETANEWS.ID KUDUS – Iring-iringan mobil terlihat berhenti di depan posko penyaluran bantuan di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Beberapa orang dari dalam mobil tersebut kemudian keluar membawa paket untuk diserahkan ke posko banjir desa setempat. Bantuan berupa sembako dan logistik lain itu merupakan sumbangan Pondok Pesantren Al Muayyad.

Ketua Zahir Mania Kudus Mawahib Afkar mengungkapkan, ribuan bantuan tersebut didukung oleh Pondok Pesantren Al Muayyad. Hampir setiap hari, ungkap Mahahib, ponpes Al Muayyad melakukan kegiatan sedekah seperti ini kepada masyarakat yang terdampak banjir. Meskipun, ponpes tersebut juga menjadi korban bencana banjir yang sudah berminggu-minggu melanda Kecamatan Jati.

Anggota Komisi E DPRD jateng saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir dari dari Ponpes Al Muayyad dan Zahir Mania. Foto: Nila Rustiyani

“Hampir tiap hari Al Muayyad melakukan kegiatan sedekah kepada masyarakat. Padahal Al Muayyad sendiri jadi korban bencana banjir. Tapi tetap dermawan untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat,” jelas pria yang juga jadi Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah itu, Jumat (12/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Perhatikan Gizi Pengungsi Banjir, Kelurahan Wergu Kulon Sumbang Sekeranjang Sayur

Pihaknya mengungkapkan, ada sekitar 5.000 paket bantuan yang akan disalurkan ke berbagai tempat banjir di Kudus. Dibantu oleh Ansor, Banser, NU, dan lainnya, Mawahib akan menyalurkan ribuan paket bantuan tersebut ke posko-posko pengungsian dan dapur umum di Kudus.

“bantuan ini disalurkan ke Jati Wetan, Goleng, Payaman, dan sebagainya. Pengungsi akan diberi pakaian dan dapur umum akan diberi sembako,” kata Mawahib.

Tak berhenti di sini, pihaknya mengungkapkan, penyaluran bantuan seperti ini juga akan dilakukan beberapa hari yang akan datang. “Besok-besok juga akan melakukan kegiatan sperti ini,” katanya.

Baca juga: SDN 1 Barongan dan SMKN 1 Kudus Berikan Bantuan ke Korban Banjir di Karangrowo

Menjadi salah satu anggota Komisi E DPRD Jateng yang bermitra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Mawahib mengungkakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan program Destana (Desa Tangguh Bnecana).

Harapannya, dengan terbentuknya Destana di beberapa tempat yang sering tergenang banjir, bisa mengurangi resiko bencana. Dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusianya menjadi masyarakat yang tanggap menyikapi bencana.

“Setidaknya dengan Destana ada kegiatan pengurangan resiko bencana. Dengan memberdayakan SDM bagaimana masyarakat tanggap untuk menyikapi bencana-bencana. Sehingga penanganan ini lebih mudah dan ada pengurangan resiko bencana,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER