BETANEWS.ID, KUDUS – Sejak pagi Sang Surya asyik bersembunyi dan enggan menampakan wajahnya. Hujan deras dan terkadang gerimis seolah tak lelah membasahi bumi sepanjang hari ini. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan ratusan rumah di Dukuh Payaman, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabuten Kudus kebanjiran. Beberapa warga pun terlihat dievakuasi ke pengungsian yang sudah disediakan oleh pihak desa setempat.
Ditemui di tempat pengungsian, Kepala Desa Payaman yakni Noor Hadi menuturkan, banjir di desanya terjadi sejak Selasa (2/2/2021). Menurutnya, banjir yang melanda di desa yang dipimpinnya itu akibat dari intensitas hujan yang tinggi.

Baca juga : Dua Pekan Kebanjiran, Warga Tanjungkarang Hanya Pasrah, Bantuan Juga Tak Pernah Ada
Selain itu, banjir juga diakibatkan air kiriman dari wilayah atas atau bagian utara Kabupaten Kudus. Serta yang paling signifikan imbasnya, karena pintu Bendung Wilalung yang ke arah Juwana di buka.
“Setiap musim penghujan Desa Payaman, terutama Dukuh Karang Anyar itu selalu kebanjiran. Faktornya pun klasik, tapi karena banjir kali ini ditambah efek dibukanya pintu Bendung Wilalung, Sungai Jratunseluna pun meluap. Menjadikan banjir kali ini debitnya lebih tinggi dari biasanya,” ujar pria yang akrab disapa Hadi kepada Betanews.id, Sabtu (6/2/2021).
Dia mengungkapkan, banjir yang melanda desanya saat ini menenggelamkan sekitar 312 rumah. Ada sekitar 392 kepala keluarga (KK) dan 1200 jiwa yang terdampak. Menurutnya, warga yang terdampak banjir sudah mengungsi sejak Kamis (4/2/2021) di SDN 4 Payaman yang merupakan pengungsian yang disediakan oleh pihak desa.
Namun kata dia, karena ketinggian air yang bertambah terus, sekolahan tersebut pun terendam banjir. Sehingga pada hari ini pihaknya dibantu para relawan dari NU, Muhammadiyah, BPBD Kudus, Polri, TNI dan pramuka mengevakuasi para pengungsi le tempat yang lebih tinggi, yakni di SDN 2 Payaman.
“Banjir naik terus Mas. Saat ini sudah capai 80 sentimeter. Warga sudah banyak yang mengungsi. Saat ini data yang mengungsi di pengungsian ini ada 50 jiwa. Kalau lainnya memilih mengungsi di rumah kerabatnya,” ungkapnya.
Baca juga : Banjir Hambat Lalu Lintas Jalan Kudus-Purwodadi, Puluhan Motor Mogok
Selain merendam rumah warga, tuturnya, banjir juga merendam puluhan hektare sawah di desanya. Padahal sawah tersebut ada tanaman padinya dan kemungkinan tanaman padi tersebut puso alias gagal panen. Menurutnya, total sawah yang terendam sekitar 60 hektare.
“Banjir yang melanda desa kami itu tahunan. Saya harap pemerintah Kabupaten Kudus ada solusi. Kami minta normalisasi sungai. Terutama sungai yang besar – besar di wilayah Kecamatan Mejobo. Kami juga mohon dibangunkan embung,” harapnya.
Editor : Kholistiono

