BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang membuat jajanan berbahan dasar ubi di sebuah rumah tepi Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya Desa Medini Gang 16, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di sisi lain, seorang pria berbaju warna hijau tampak berjalan pelan menuju gudang untuk mengambil ubi. Pria tersebut yakni Supriono (30), owner Aneka Jajanan Ubi.
Seusai melakukan pengecekan, pria yang akrab disapa Supri itu bersedia berbagi cerita tentang usahanya yang dirintis pada 15 Januari 2021 lalu. Dia mengatakan, usaha miliknya itu menyediakan berbagai macam jajanan yang berbahan dasar ubi. Beberapa produknya itu meliputi donat ubi, bola ubi coklat, keripik ubi, dan ubi rebus.

“Untuk harga kami menyediakan paket yang hemat bagi pembeli. Harga donat ubi 1 pak berisi 10 biji Rp 10 ribu. Harga bola ubi coklat 1 pak berisi 10 biji Rp 10 ribu. Keripik ubi Rp 10 ribu. Dan harga ubi rebus 1 Kg matang Rp 10 ribu,” rinci Supri, Kamis (18/2/2021).
Baca juga: Enaknya Piscok Lumer Ini Membuat Banyak Pelanggannya Ketagihan
Selain jajanan, dirinya juga menjual ubi mentah yang kini sudah memiliki banyak pembeli dari beberapa daerah. Di antaranya meliputi Kudus, Demak, Pati, dan Grobogan. Penjualan yang dilakukannya itu kebanyakan pengepul atau bakul. Dalam seminggu, bisnisnya tersebut mampu menjual sebanyak 8 ton ubi.
“Ubi yang tersedia di sini ada beberapa jenis. Ada ubi Cilembu atau madu, ubi ungu, ubi ace, ubi orange. Untuk harga dari masing-masing jenis ini yang tersedia ini kami mematok Rp 5 ribu per kilogramnya,” ungkapnya di gudang penyimpanan ubi miliknya.
Supri menjelaskan, alasan dirinya merintis bisnisnya itu lantaran dari temannya salah satu petani ubi yang ada di Jember, Jawa Timur, kesusahan menjual hasil panennya dengan kendala pandemi ini. Hal tersebut mempengaruhi harga ubi yang menurun. Dari situ, dirinya punya ide menjualkan hasil panen untuk membantu temannya.
Baca juga: Getuk Nyimut Saus Alpukat di Pondok Getuk Pak San Ini Tarik Banyak Pengunjung Tiap Hari
“Pertama terinspirasi dari teman saya, seorang petani ubi di Jember. Saat itu dia bingung banget memasarkan panen ubi yang kebanyakan tidak laku karena masa pandemi ini. Karena ingin membantu dan harga menurun saya berpikir untuk membelinya dan memasarkan di sini. Soalnya harga di sini juga masih stabil,” katanya.
Target kedepanya, lanjut Supri, ingin membuka beberapa cabang yang tersebar di area Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Kurang lebih targetnya tersebut 25 outlet penjualan aneka jajanan serba ubi. Dengan bertujuan untuk membantu orang lain yang membutuhkan pekerjaan.
Editor: Ahmad Muhlisin

