BETANEWS.ID, KUDUS – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus sejak 11 Januari hingga 26 Januari 2021, kasus harian covid-19 di Kudus ternyata masih tetap tinggi.
Data di corona.kuduskab.go.id Senin (25/1/2021) pukul 21.00 WIB menyebutkan, pasien positif baru di Kabupaten Kudus bertambah 28 orang menjadi 515 kasus aktif. Dengan tambahan ini, angka kasus positif di Kota Kretek sudah mencapai 4.665, dengan pasien sembuh 3.710 dan meninggal 440.
Menanggapi kejadian tersebut, Plt Bupati Kudus HM Hartopo pun angkat bicara. Pihaknya merasa kecolongan di sektor wisata religi, sebab beberapa hari lalu saat melakukan sidak ke wisata religi Sunan Muria dan Air Terjun Colo, ia mendapati ada bus dari luar kota yang masuk ke Kudus.
Baca juga: Hartopo Soal Prioritas Vaksinasi: ‘Masyarakat Giliran Keri, Pasti Sampai’
“Ya karena masih kucing-kucingan. Kemarin saya sidak ke Colo, ternyata pihak sana masih normatif. Hari ini (kemarin) Kepala desa, pihak yayasan Sunan Muria, dan Dinas Pariwisata saya panggil,” ungkap Hartopo ditemui seusai divaksin di RSUD dr Loekmono Hadi, Senin (25/1/2021).
Padahal, jelas Hartopo, dalam Surat Edaran Bupati Kudus disebutkan, semua bentuk wisata ditutup untuk pengunjung dari luar kota. Hanya dikhususkan bagi warga Kabupaten Kudus saja.
Baca juga: Hartopo Merasa Aneh, Kudus Tidak Masuk Zona Merah Tapi Diikutkan PPKM
Sementara itu, Hartopo tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat Kudus untuk tetap mematuhi prokes seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Ini dimaksudkan agar Kudus bisa menjadi zona hijau dan masyarakat juga selalu mendisiplinkan diri dalam prokes.
“Kalau tidak ada pendisiplinan diri kapan kita akan zona hijau, susah,” pungkas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

