BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tampak sedang mengambar pola masker di atas kain warna merah muda di sebuah rumah, Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Setelah terpola, kain itu kemudian dipotong dan dijahit menjadi masker yang cantik. Perempuan itu adalah Reni Susantie (51) owner Penjahit Butik Nysss.
Menurutnya, ide masker wedding ini berawal dari banyaknya kain perca setelah membuat kebaya pengantin. Dari situlah, akhirnya ia memanfaatkan kain perca tersebut menjadi masker cantik untuk acara pernikahan.

“Awalnya saya membuat masker daily juga, lalu lama-lama penjualannya menurun, akhirnya saya membut masker wedding,” jelasnya, Kamis (21/01/2021).
Baca juga: Persewaan Kotak Seserahan di Kudus Ini Dikenal Murah, Solusi Anti Ribet Calon Pengantin
Selain membuat masker wedding, Reni juga membuat konektor yang terbuat dari manik-manik. Untuk masker wedding, ia membanderol masekernya mulai Rp25 ribu jika membawa kain sendiri, hingga harga Rp80 ribu untuk paket couple pengantin.
“Untuk konektornya kita menyediakan berbagai macam bentuk manik-manik dan pola dengan harga dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu,” jelasnya.
Sedangkan dalam pemesanan masker wedding, Reni menerapkan sistem PO terlebih dahulu. Karena itu merupakan bisnis sampingannya di sela-sela pembuatan busana pengantin.
“Disini sistemnya PO, karena memang fokusnya saya lebih ke jahit busana,” kata Reni.
Baca juga: Masker Lampu Kerlap-Kerlip untuk Anak-Anak yang Laris Manis di Maskthetic.id
Agar bisa melihat hasil karya jahitan Reni, ia membuat portofolio di Google dengan nama Penjahit Butik Nysss. Lalu untuk melihat hasil masker dan strap bisa dilihat di instagram @Nysss.butik, atau bisa melalui whatsapp 0878 3156 6127.
Soal busana pengantin, Reni melayani pemesanan custom busana seperti gamis, kebaya pengantin, seragam bridesmaide, blouse, dan lain-lain.
“Saya melayani semua busana mulai dari blouse sampai kebaya, tetapi kebanyakan busana yang saya buat adalah kebaya pengantin,” tutup Reni.
Editor: Ahmad Muhlisin

