Malam Hari Evakuasi Korban Banjir Dihentikan, Warga Pasang Muka Kecewa

Kasat Sabhara : ‘Kalau Gelap Terlalu Berisiko Bagi Tim Penyelamat’

BETANEWS.ID, KUDUS – Pada Sabtu (2/1/2020) sore, sekitar pukul 17.00 WIB, tanggul Sungai Wulan yang berada di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang jebol terlihat masih menganga. Arus air juga tampak lebih deras. Sedangkan beberapa perahu digunakan untuk evakuasi mondar-mandir untuk mengevakuasi warga yang kebanjiran.

Di pemukiman warga, terlihat banyak rumah yang tergenang air, meski beberapa ada yang belum. Saat dihampiri petugas dengan perahu dan diberitahu bahwa evakuasi hanya sampai pukul 18. 00 WIB, beberapa warga tampak kecewa.

Satu di antara warga yakni Mardi, warga RT 1 RW 12 Dukuh Goleng. Dia merasa kecewa jika evakuasi dihentikan. Sebab, banyak warga yang masih terjebak oleh banjir di rumah masing – masing. Sedangkan air sudah mulai masuk rumah. Apalagi debit air banjir meningkat terus. Sehingga membuat tidak nyaman dan banyak barang penting harus diselamatkan.

-Advertisement-
Warga sedang menunggu evakuasi dari petugas. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Tinjau Tanggul Jebol, Hartopo: ‘Segera Ungsikan Warga, Ini Urusan Nyawa Manusia’

“Ya kalau proses evakuasi berhenti kami kecewa. Sebab banjir sudah masuk rumah sedangkan debit banjir naik terus,” ujar Mardi kepada Betanews.id.

Dia mengaku, sebenarnya sejak pagi sudah ada tim relawan yang akan mengevakuasinya, tapi ia menolak. Sebab, saat pagi rumahnya belum tergenang. “Namun saat sore kan berubah. Air banjir telah masuk rumah, sedang perahu evakuasi ini yang terakhir,” imbuhnya.

Proses evakuasi korban banjir di Dukuh Goleng, merupakan satu komando oleh Kepala Satuan (Kasat) Sabhara Polres Kudus yakni AKP Anwar. Dia menuturkan, evakuasi warga akan dihentikan saat pukul 18.00 WIB. Menurutnya, saat itu sudah gelap, sehingga membahayakan bagi tim penyelamat.

“Atas kesepakatan bersama, proses evakuasi dihentikan sampai pukul 18.00 WIB dan dilanjut esok hari. Kalau gelap terlalu berisiko. Tadi saja banyak kendala, seperti mesin macet dan sebagainya. Intinya demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Sebenarnya kata dia, evakuasi sudah dilakukan sejak pagi. Namun banyak warga yang memilih bertahan, sebab air banjir belum memasuki rumah mereka. Namun, giliran sudah mulai gelap dan air mulai menggenangi rumah, mereka minta evakuasi dilanjut. Sedangkan jika dilanjut proses evakuasi pada malam hari hal itu akan berbahaya.

“Demi keselamatan bersama evakuasi berhenti saat sudah gelap dan lanjut esok pagi. Kecuali jika ada yang darurat, pasti kita akan evakuasi,” tandasnya.

Di lokasi terlihat relawan tim evakuasi gabungan dari BPBD Kudus, TNI, Polri, tim Bazarnas, LPBI NU, relawan dari Muhammadiyah, dan lainnya saling bahu membahu mengevakuasi warga dan mengirim logistik untuk korban banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor.

Sedangkan di tempat pengungsian tampak puluhan perempuan sedang sibuk menyiapkan nasi dan lauk. Nasi dan lauk tersebut nantinya akan disajikan untuk korban banjir.

Menurut Plt Sekertaris Desa Pasuruhan Lor yakni Nor Fakhris, sampai per hari ini Sabtu (2/1/2020) pukul 17.00 WIB, warga yang terdata masuk ke pengungsian hanya 29 orang saja. Namun, mereka saat ini juga tidak ada di pengungsian, sebab dijemput dan diajak tinggal di rumah kerabat mereka.

Baca juga : Banjiri Pemukiman, Tanggul Sungai Wulan yang Jebol Ternyata Disebabkan Lubang Tikus

“Kalau data riilnya berapa orang yang sudah dievakuasi saya tidak tahu pasti. Sebab ada beberapa warga yang langsung dijemput oleh kerabatnya setelah mentas dari perahu. Kalau jumlah warga di Dukuh Goleng itu ada sekitar 1.200 jiwa,” ungkap Nur Fakhris.

Dia menuturkan, untuk kebutuhan logistik, tim kesehatan dan sarana lainnya sudah tersedia semua. Setiap pagi, siang dan sore pihak desa selalu mengirim nasi beserta lauk ke korban banjir di Dukuh Goleng. “Ini juga sudah siap bungkusan nasinya untuk makan malam, tinggal ngirim ini,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER