31 C
Kudus
Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Kudus Difabel Kudus Bantu...

Difabel Kudus Bantu Pengobatan Anak Penderita Hidrosefalus di Honggosoco

BETANEWS.ID, KUDUS – Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) menyerahkan bantuan peralatan untuk M Ulil Albab (7) anak penderita hidrosefalus, Jumat (22/1/2021). Bantuan itu merupakan hasil donasi difabel Kudus yang punya kegiatan rutin Jumat Berkah untuk membantu sesama.

Bertandang ke rumahnya di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, anggota FKDK ditemui secara langsung oleh ayah Ulil, Ngasimin (40). Dalam penjelasannya, sampai saat ini anaknya itu sudah menjalani operasi sebanyak sembilan kali. Putra keduanya itu tidak hanya menderita hidrosefalus, tapi juga saluran pernafasan atau infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Mengetahui itu, anggota FKDK kemudian tergerak untuk membantu dan membelikan alat suction untuk memperlancar pernapasan. Menurut ayahnya, saat ini anaknya memenag membutuhkan alat suction dan nebulizer.

- Ads Banner -

“Nebulizer itu kayak mesin uap untuk mengeluarkan dahak. Kalau suction untuk memperlancar pernapasan,” jelas Ngasimin.

Baca juga: Mengenal Anjas, Difabel Asal Kudus yang Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan bantuan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada FKDK yang telah membantu pengobatan anaknya itu. Bantuan itu tentunya bisa mempermudah dirinya dalam merawat Ulil.

Di sisi lain, Ketua Rismawan Yulianto (39) menjelaskan, pemberian bantuan itu merupakan kegiatan rutin komunitasnya yang diberi nama Jumat Berkah.

“Ini Dek Ulil membutuhkan alat suction. Jadi kami bantu untuk membeli suction dengan melakukan open donasi. Dan alhamdulillah bisa terkumpul dan bisa terbeli,” ungkap Rismawan kepada betanews.id.

Rismawan selalu menekankan kepada anggotanya bahwa berbagi itu tidak memiliki batasan, meskipun diri sendiri mempunyai kekurangan. Hari itu, selain membantu Ulil, pihaknya juga menyerahkan bantuan untuk Iwan, kernet bus yang menjadi korban kecelakaan setahun lalu dan Iswati (50), perempuan yang sejak lahir seluruh tubuhnya lumpuh.

Baca juga: Merasa Tak Lazim, Difabel Kudus: ‘Trotoar di Kudus Perlu Ditata Ulang’

“Tidak ada batasan untuk berbagi, meskipun kita mempunyai kekurangan. Kita ternyata masih bisa berbagi, ” ungkap Rismawan.

Selain mengadakan kegiatan bagi-bagi sembako setiap hari Jumat, setiap sebulan sekali pun Rismawan bersama seluruh anggota FKDK yang mencapai 120 anggota selalu mengadakan pertemuan rutin. Mereka membahas masalah para penyandang disabilitas yang dirasakan di Kudus.

“Kami ingin memperjuangkan hak temen-temen difabel, kita tidak ada profit apapun. Pure ingin membantu temen-temen difabel,” pungkas Rismawan.

Editor: Ahmad Muhlisin

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

28,620FansSuka
14,316PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
29,350PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler