BETANEWS.ID, KUDUS – Di lapak buah yang berada di tepi Jalan Mayor Kusmanto, tepatnya di depan Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak seorang pria yang mengenakan peci terlihat sedang menimbang buah belimbing, sambil melayani seorang pembeli yang sedang memilih buah belimbing di lapak miliknya itu. Pria tersebut adalah Abdul Rohman (44), pemilik dari lapak buah belimbing.
Di sela-sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Rohman itu bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintisnya sejak November 2020 lalu. Dia mengatakan, jika dalam sehari ia bisa menjual sebanyak 1 kuintal belimbing. Untuk pemasarannya, ia berpindah-pindah di beberapa lokasi dalam sehari. Akan tetapi, lokasi pastinya di depan Lapangan Desa Rendeng.

Baca juga : Bibit Jamur Tiramnya Bergaransi Pasti Tumbuh, Harmoko Kini Bisa Jual 4 Ribu Baglog Sebulan
“Selain di depan Lapangan Desa Rendeng, biasanya saya jualan di depan Pabrik Djarum di Kaliputu waktu orang pabrik pulang. Kalau pagi, di daerah Pasar Desa Jepang,” bebernya kepada betanews.id, Senin (28/12/2020).
Pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut, terinspirasi dari daerah asalnya akan banyaknya buah belimbing. Dari situlah dirinya memulai usaha penjualan belimbing. Daerah tersebut di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Belimbing yang dihasilkan di daerah tersebut bagus dan besar-besar.
“Awalnya melihat penjualan belimbing kok banyak peminatnya, dari situlah saya memulai usaha penjualan belimbing ini. Kebetulan, asal daerah saya banyak petani belimbing, yang kerap disebut kebun Joko Tarub, penghasil buah belimbing,” katanya.
Rohman mengungkapkan, setiap kulakan buah belimbing dari Desa Tarub tersebut, biasanya sampai 4 kuintal . Dirinya membeli langsung dari petaninya itu tiga hari sekali. Karena penjualannya, sehari bisa menjual sebanyak 1 kuintal lebih.
Baca juga : Musim Rambutan, Pedagang Buah Musiman Ramaikan Jalan Desa Tanjung Karang
“Untuk harga buah belimbing yang saya jual ini kiloan ya. Per kilo untuk harga belimbing ini mulai dari kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. Tapi, biasanya kalau saya jualan di depan pabrik itu plastikan dengan Rp 8 ribu per bungkusnya,” ungkap warga Desa Rendeng RT 3 RW 3, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.
Dirinya berharap, nantinya bisa menjadi pedagang buah yang sukses seperti pedagang buah lainnya.
Editor : Kholistiono

