BETANEWS.ID, PATI – Seorang wanita paruh baya terlihat sedang memotong terasi di sebuah rumah, Jalan Silugonggo, Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Setelah teriris sesuai ukuran, salah satu bahan sambal itu kemudian dikemas dalam sebuah botol kecil yang terjajar di dekatnya. Dia adalah Dwiyanti Irawati (65) pemilik terasi Maju Jaya.
Sambil menyelesaikan pekerjaannya, Dwiyanti akan berbagi cerita tentang usaha yang dirintis sejak 2011 lalu itu. Ia menjelaskan, jualan terasi merupakan bisnis keduanya setelah usaha salonnya tutup karena tidak berkembang. Mulanya, ia ingin mencari penghasilan yang bisa menghasilkan banyak uang setelah suaminya kena stroke. Akhirnya, ketemulah ide untuk jual terasi yang dikembangkan dengan beberapa inovasi bersama anak-anaknya.

“Terasinya sudah di-oven sampai matang sehingga sangat praktis untuk dibawa ke mana-mana. Kemasannya di dalam botol, jadi jika ditaruh di koper atau di mana pun tidak akan bau,” terangnya, Selasa (1/12/2020).
Baca juga: Makanan Korea dan Sayuran Segar di CMC Freshmarket Selalu Jadi Buruan
Bahan baku sendiri, ia ambil dari daerah Rembang. Di sana ia sudah mempunyai langganan yang memproduksi terasi yang masih mentah. Kemudian ia akan memprosesnya lebih lanjut di kediamannya.
“Di sini tinggal proses pengolahan dan pengemasannya saja. Selain itu, produk disini juga ada terasi mentah juga, namun dipotong-potong menjadi ukuran 100 gram dan juga 250 gram, kemudian di jemur dan setelah itu dikemas,” ujarnya.
Pada mulanya, Dwiyanti menjual produk terasinya ke wilayah Semarang. Ia menjualnya di toko-toko dan juga pasar. Ia memilih menjual produknya di luar wilayah karena jika hanya di derahnya sudah banyak produsen terasi.
“Karena di wilayah Juwana ini banyak sekali yang membuat terasi. Jadi saya mencoba untuk menjual ke daerah sana dan mengenalkan produk dari Juwana ke luar daerah,” ujarnya.
Baca juga: Rutin Kirim ke Taiwan dan Hong Kong, Teh Daun Kelor Mahakarya Mulya Jadi Bisnis Sampingan TKW
Tak hanya itu, Dwiyanti juga sering mengikuti event UMKM untuk mengenalkan terasi produksinya. Salah satu yang membuat terasinya makin dikenal adalah saat ikut Trade Expo Indonesia pada 2019. Dari acara inilah, terasinya kini bisa kirim hinggan Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
“Ada orang Indonesia yang sekarang menetap di sana, dan karena ini praktis, ya jadi dia minta dikirimin dari sini dan dijual lagi di sana,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

