BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang menyantap berbagai makanan dan minuman di sebuah kedai, Jalan Siliwangi, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Di bagian gerobak kedai, seorang wanita berhijab tampak cekatan membuat minuman dengan ditemani seorang pria. Pria tersebut adalah Bambang Ismanto, pemilik Sanggar Es.
Namun siapa sangka, tempat yang ramai pengunjung itu dulunya adalah ajang coba-coba dari sang pemilik. Bambang menceritakan, awalnya dia berjualan bukan karena keinginannya, melainkan atas saran sang istri.

“Saya dulu nggak punya modal sama sekali. Buat beli susu anak aja nggak kuat. Istri tiba-tiba nyaranin buat jualan es, tapi saya belum yakin soalnya nggak punya modal,” ungkapnya saat ditemui betanews.id, Jumat (18/12/2020).
Baca juga: Dikenal Termurah Se-Kudus, Es Bangka di Sanggar Es Habiskan 200 Porsi Sehari
Sang istri kemudian menyerahkan uang tabungannya sebesar Rp 900 ribu untuk modal. Oleh Bambang, dana tersebut lantas dibelikan gerobak dan beberapa bahan es, sambil terus memutar otaknya untuk menyiapkan segala pernak-perniknya.
“Saking nggak punya modal, toples saja saya pinjam ke saudara,” beber Bambang yang merintis usaha sejak 2010 itu.
Di hari pertama, dia menjual Es Bangka dengan harga Rp 2 ribu per porsi. Jualannya itu ternyata banyak disukai dan habis dalam sehari itu. Keuntungannya sebesar Rp 150 ribu kemudian diputar lagi untuk keesokan harinya.
Melihat prospeknya yang bagus, setahun kemudian ia bersama istrinya menyewa sebuah tanah untuk dijadikan tempat jualan. Menu pun ditambah, bukan hanya es bangka, tapi juga ada es teler, dan berbagai makanan seperti siomai, bakso, dan ayam geprek.
Baca juga: Catat! Kedai Bozz-Q Ada Promo Beli Dua Thai Tea Gratis Satu Setiap Jumat
“Lima tahun kemudian saya mampu membeli tanah yang tak sewa ini dan mendirikan bangunan yang tak beri nama Sanggar Es,” jelas pria yang tinggal tidak jauh dari kedainya itu.
Hingga saat ini, pelanggannya sudah banyak dan bisa menjual ratusan porsi makan dan minum setiap hari. Omzetnya pun terbilang cukup besar yakni menyentuh jutaan sehari.
“Tapi itu penghasilan kotornya. ya semoga selalu ramai,” ungkap Bambang mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

