BETANEWS.ID KUDUS – Deretan gitar berbagai jenis tampak tertata rapi di sebuah toko alat musik, Desa Hadipolo RT 7 RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Segala aksesoris gitar pun tak luput memenuhi etalase kaca yang berada di sisi kanan toko. Di bagian lain, seorang pria tampak sedang menyetem gitar yang terlihat masih baru. Dia adalah Maman Wijaya, Pemilik Kudus Musik.
Ditemui di sela-sela menyetem gitar itu, Maman akan menjelaskan toko alat musiknya yang kini punya pelanggan dari seluruh Indonesia itu. Ia mengatakan, tempatnya itu menjual berbagai jenis gitar dan aksesorisnya mulai harga Rp 100 ribu hingga Rp 4 juta. Kemudian untuk ukulele dijual mulai Rp 50 ribu.

“Dengan uang Rp 100 ribu sudah bisa membeli gitar kualitas bagus di sini,” ungkapnya saat ditemui, Senin (21/12/2020).
Baca juga: Awalnya Diremehkan, Gitar dan Aksesoris Jualan Maman Kini Diincar Pembeli dari Seluruh Indonesia
Tak hanya gitar, berbagai aksesoris juga ia jual yang tampak tertata rapi di etalase toko. Beberapa di antaranya adalah capo, string winder, dan strap yang masih terbungkus rapi.
“Bukan hanya jual gitar, tapi kami juga jual segala aksesoris dari gitar. Soalnya kadang ada yang pesan aksesorisnya saja,” terang Maman.
Selain menjual berbagai gitar dan segala aksesorisnya, Maman juga menjual ukulele, cajon, dan bass. Setiap pembelian gitar atau apapun di tokonya, Maman memberikan garansi dua bulan.
Di tokonya itu, setiap hari Maman dibantu satu karyawannya memasang tune control di masing-masing gitar yang akan ia jual.
Baca juga: Cover Lagu Menjamur di Youtube, AFE Production Ramai Job Aransemen Musik
“Biasanya satu gitar menghabiskan waktu satu jam untuk pemasangan tune control,” katanya sambil menunjukkan proses pemasangan tune control di ruang belakang tokonya.
Jika membahas terkait omzet dari penjualan gitarnya, Maman tidak bisa menjawab secara pasti. Namun, ia memastikan jika hasil dari jualannya bisa mencukupi semua kebutuhannya.
“Yang jelas setiap hari selalu ada yang terjual, dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tandsas Maman.
Editor: Ahmad Muhlisin

