BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kendaraan roda dua dan empat yang melaju dari barat seketika berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah di Perempatan Jember Kudus. Saat itulah kemudian terlihat dua pemuda dengan cat berwarna silver di seluruh tubuhnya menghampiri para pengendara itu untuk meminta uang seikhlasnya. Satu di antara remaja tersebut yakni Heri Susanto (17).
Seusai menghampiri para pengendara, pria yang akrab disapa Sukron itu sudi berbagi penjelasan tentang aktivitasnya. Dia mengatakan, menjadi manusia sliver sejak empat bulan lalu itu agar punya penghasilan untuk bantu orang tuanya. Dia mengaku, ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya hanya bekerja jadi pembantu rumah tangga.

“Jadi manusia silver agar punya penghasilan. Sebab saya itu hanya lulusan SD. Jadi ya kerja apa saja yang penting halal dan bisa bantu ibuku,” ujar Sukron kepada Betanews.id, Rabu (16/12/2020).
Baca juga: Kisah Bagus, Jadi Operator Traktor Sejak Kelas Tiga SMP Demi Bantu Orang Tua
Anak ke empat dari lima bersaudara itu menambahkan, sebelum jadi manusia silver, ia kerja jadi pengamen di terminal Bungurasih Surabaya. Mengamen itu ditekuni selama tiga tahun. Namun, karena pendapatan dari mengamen turun drastis, ia pun banting setir jadi manusia silver.
“Sejak mengamen jarang ada yang ngasih, terus ada yang nawarin jadi manusia silver, tanpa pikir panjang tawaran itu pun saya terima. Bagi saya yang penting dapat uang dan ada penghasilan,” beber warga Semarang tersebut.
Dia mengatakan, penghasilan jadi manusia silver setiap hari lumayan. Ia bisa mendapatkan pendapatan sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu sehari. Menurutnya, penghasilan tersebut sudah bersih, sudah kepotong makan, rokok, biaya beli cat serta campuran lainnya. Dia mengaku, cat yang digunakan itu tidak bahaya untuk kulitnya.
“Cat ini tidak bahaya, cat tembok yang dicampur minyak goreng kemudian kami laburkan ke tubuh,” ujarnya.
Baca juga: Tak Ingin Ratapi Nasib Karena Gagal Ginjal, Aan Bangkitkan Semangat dengan Rintis Usaha Kue Cubit
Dia mengatakan, biasanya beli cat dan campurannya itu seharga Rp 60 ribu. Uangnya hasil patungan bersama rekannya sebanyak tiga orang. Cat bisa digunakan selama empat hari untuk empat orang. Sedangkan untuk membersihkan cukup pakai sunlight.
“Bersihinnya gampang kok, cuma pakai sunlight dua sachet kecil langsung bersih,” ucapnya.
Dia mengaku bersama rekannya memilih Kudus jadi lokasi mengamen manusia silver, sebab di Kudus belum ada manusia silver sebelumnya. Dia juga bersyukur selama di Kudus ada tumpangan, sehingga ia tidak harus mengeluarkan uang untuk bayar kos.
“Beruntungnya ada tumpangan, jadi bisa lebih irit. Serta bisa memberikan uang untuk ibu saya agak lebih banyak,” tutup Sukron yang mengaku pulang ke Semarang sepekan sekali.
Editor: Ahmad Muhlisin

