31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Dari Cari Pelanggan Rumah ke Rumah, Pemesan Furnitur Muid Kini dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah bengkel kayu di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus terlihat cukup ramai, siang itu. Beberapa pekerja tampak berkutat dengan bagiannya masing-masing. Ada yang sedang memotong triplek, sebagian sedang mengelem High Furniture Leminated (HPL) ke potongan furnitur setengah jadi, dan ada juga yang sedang menyemprot furnitur yang hampir jadi dengan cat khusus. Tempat tersebut adalah Bengkel Estetik Bulung Kulon milik Muid (46).

Ditemui di sela-sela bekerja, Muid bersedia menjelaskan usaha kayu yang ditekuninya sejak 2005 itu. Berbekal pengalamannya bekerja di toko furnitur, dia bertekad untuk jadi pembuat mebel dan bekerjasama dengan orang Semarang. Promosi dari rumah ke rumah menjadi pilihan Muid saat pertama kali memulai semuanya.

Salah seorang pekerja di Estetika Bulung Kulon sedang menyelesaikan pekerjaannya. Foto: Nila Rustiyani.

“Pas awal, ya promosi door to door, dari omongan orang. Dan akhirnya seperti sekarang ini,” beber bapak dua anak itu.

-Advertisement-

Baca juga: Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda

Selama 15 tahun berjalan, lanjut Muid, furniturnya kini telah dikirim ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Magelang, Solo, dan Surabaya.

“Tapi untuk sekarang paling banyak pesanan dari Kudus dan Semarang,” imbuhnya.

Karena bisnisnya itu berkonsep mengerjakan furnitur pesanan, jadi dia juga siap mengerjakan apapun yang diminta pelanggan. Untuk pengerjaan satu furnitur, dirinya dan karyawannya bisa menghabiskan waktu paling cepat dua minggu. Sedang harganya mulai Rp 2,5 juta per meter persegi, sudah termasuk ongkos pengerjaan dan pengantaran.

“Jadi di sini kami terima desain, lalu kami skema sesuai gambar yang ingin dibuat. Kemudian digergaji atau dipotong sesuai gambar, dirangkai, dan terakhir finishing,” jelasnya.

Baca juga: Estetik Bulung Kulon, Siap Kerjakan Furnitur Impianmu dan Diantarkan Saat Jadi 

Dalam menjalankan bisnisnya, Muid dibantu oleh tiga karyawannya yang bertugas memotong bahan baku, pengeleman, perakitan bahan, dan sebagainya. Yang awalnya memanfaatkan halaman kosong samping rumahnya, sekarang Muid sudah memiliki bangunan baru yang lebih luas untuk menyelesaikan semua pesanan dari pelanggan.

“Kalau dulu kan di samping rumah, sekarang sudah ada tempat yang baru,” ungkap Muid sambil mengamplas rangkaian furnitur di samping rumahnya.

Meski begitu, kendala dalam berbisnis juga masih sering ditemuinya, termasuk masalah cuaca. Sebab, pengecatan atau penyemprotan warna ke furnitur, membutuhkan panas dari matahari agar cepat kering.

“Kendalanya itu biasanya kalau pas pesanan banyak tapi nggak ada waktu. Terus kalau hujan, pengeringan jadi lama,” pungkas Muid.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER