31 C
Kudus
Rabu, Mei 19, 2021
Beranda KUDUS Usai Berpasangan dengan...

Usai Berpasangan dengan Aldo pada 2019, Kini ‘Capres’ Nurhadi Gandeng dr Tirta

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria paruh baya berkumis tebal tampak di sebuah kios yang ada di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (20/11/2020). Ia tak lain adalah Nurhadi (51), yang siap menghibur masyarakat Indonesia dengan parodi perpolitikannya. Kali ini, ia menggaet dr Tirta sebagai wakil presidennya.

Pria yang dikenal Presiden Tronjal Tronjol itu berbagi cerita kepada betanews.id tentang ide tersebut. Berawal dari melihat dr Tirta di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), kemudian dia menghubungi dr Tirta yang pada tahun 2019 batal berpasangan dengannya. Kemudian, Nurhadi mendapat respon positif dari dr Tirta, sehingga muncullah pasangan ‘Capres dan Cawapres Indonesia Nurhadi – Tirta (Harta)’.

Nurhadi, Capres Guyonan. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

- ads banner

“Jadi yang membuat desain ini ya dari tim dr Tirta. Kalau bertemu langsung belum pernah, baru komunikasi melalui telephone. Kami juga belum membahas lebih jauh terkait visi dan misi dan lain-lain,” beber bapak empat anak itu.

Warga Desa Golantepus, RT 06 RW 04, Kecamatan Mejobo, Kudus itu menegaskan, yang jelas dirinya tidak ingin menyakiti orang lain. Dan hanya ingin menghibur. Selain itu, Nurhadi juga ingin memberikan edukasi politik melalui caranya sendiri.

“Masyarakat sepertinya sudah terlalu tegang, serius dan lelah dengan politik, jadi butuh hiburan. Yang penting tidak ada unsur sara, memyinggung agama, ujaran kebencian ataupun hal yang merugikan orang lain. Jadi saya ingin memberikan edukasi politik dengan cara saya,” katanya.

Ia juga memberikan pandangan terkait dinamika politik saat ini. Menurut Nurhadi, dinamika politik saat ini lebih rumit. Karena banyak yang berlomba-lomba ingin menjadi Presiden. Terutama tokoh-tokoh dan pejabat publik saat ini, mereka sedang menjajaki diri untuk maju di tahun 2024 nanti.

“Ini lebih rumit, karena banyak, terutama yang saat ini menjadi gubernur berlomba-lomba untuk menjadi presiden sepertinya. Kalau saya pribadi belum ada niatan utuk terjun kedunia politik secara lansung, cukup mengamati perkembangan saja,” ujarnya saat ditemui di kios yang terpasang banner Capres Nomor 10 itu.

Baca juga : Ganjar: ‘Ketidakjujuaran Ini Membawa Petaka Bagi Dokter dan Perawat’

Nurhadi juga berpesan kepada seluruh masyarakat, jangan sampai golput. Seburuk-buruknya pemimpin itu lebih baik daripada tanpa pemimpin. Jadi harus punya pilihan.

“Jangan sampai golput, saya tidak pernah menyarankan itu. Wajib memilih dan memberikan hak suara, pilih yang terbaik menurut anda,” serunya menolak golput.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
39,141PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler