31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda Pati Jembatan di Desa...

Jembatan di Desa Kayen Pati Ambruk Diterjang Banjir

BETANEWS.ID, PATI – Siang itu, Selasa (24/11/2020) di Dukuh Carikan, RT 4 RW 3, Desa/Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati terlihat banyak warga yang berkumpul di tepi sungai. Nampak sebuah jembatan ambruk dan sebuah alat berat sedang mengeruk sampah yang menyumbat aliran air sungai di bawah jembatan yang ambruk tersebut.

Menurut Nur Sodik (39), warga desa setempat, ambruknya jembatan tersebut terjadi pada Senin (23/11/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Hal itu dikarenakan terjadinya penumpukan sampah di bawah jembatan, sehingga ketika hujan deras tadi malam, air tidak bisa mengalir dengan maksimal.

“Sore kemarin hujan deras sekali sekitar habis Asyar hingga Magrib. Kemudian, sampah-sampah bambu yang ada di sungai akhirnya menyumbat di bawah jembatan dan akhirnya ambruk. Kalau untuk musim hujan kali ini, baru sekali ini terjadi banjir sebesar ini,” ucap Sodik.

Alat berat dikerahkan untuk mengangkut sampah di sungai. Foto: Khalim Mahfur

Baca juga : Cegah Banjir, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai di Ternadi

Menurutnya, banjir tersebut juga disebabkan derasnya air dari wilayah hulu atau Pegunungan Kendeng.

Kepala Desa Kayen, Marno (57) mengatakan, jika desanya sudah menjadi langganan banjir. Ketika wilayah hulu atau pegunungan Kendeng hujan deras, maka desanya ikut terdampak banjir.

“Kayen biasa terjadi banjir bandang, setiap terjadi hujan di pegunugan pasti terjadi banjir bandang di Desa Kayen. Sudah langganan sejak beberapa tahun belakangan,” ujarnya.

Marno mengatakan, bahwa ini adalah kali kedua jembatan yang berada di Desa Kayen mengalami ambruk akibat banjir.

“Kalau untuk jembatan yang ambruk kali ini, dulunya dibangun dari Dinas PUPR, dan memang usia jembatan sudah tua. Sebelumnya, jembatan desa yang ada di sana juga ambruk tahun kemarin,” ujarnya sambil menunjuk arah jembatan yang dimaksud.

Beberapa alat berat dan juga truk dikerahkan untuk mengangkut limbah sampah yang menumpuk. Pemerintah Desa Kayen melaporkan kejadian ini kepada PSDA dan PUPR dan akhirnya dikirimkan beberapa unit alat berat. Namun untuk tenaga dan juga armada dump trukc untuk mengangkut limbah sampah disediakan oleh pihak desa.

Baca juga : Warga Banyumas Terisolir Karena Banjir, Muhroni: ‘Setiap Hujan Pasti Banjir Pak’

Katanya, Pemdes Kayen sudah sering membicarakan masalah banjir bandang dan penanggulangannya, namun realisasinya belum berjalan maksimal. Menurut Marno, satu-satunya hal yang bisa dilakukan agar tidak terjadi banjir di kemudian hari ialah membangun tanggul atau bendungan di daerah pegunungan.

“Yang paling penting harus ada bendungan yang ada di pegunungan sana. Tujuanya adalah, jika musim hujan bisa mengatur turunnya air dan ketika kemarau bisa dimanfaatkan untuk pertanian, khususnya di daerah kayen,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler