BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus berwarna putih dengan motif garis hitam terlihat menaiki tangga bambu di rumah tak layak huni, Desa Prambatan Kidul RT 6 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sejenak kemudian, ia mulai menerima genting dari beberapa orang yang berada di atap rumah untuk diturunkan. Begitu terus hingga genting tersebut habis.
Pria itu tak lain adalah Masan, Ketua DPRD Kudus. Dengan wajah berkeringat usai ikut gotong royong, ia menyampaikan, kegiatan bakti sosial (baksos) itu merupakan kegiatan rutin anggota DPRD Kudus. Hal tersebut menjadi solusi cepat dalam memenuhi aspirasi masyarakat.

“Bantuan yang kami serahkan berupa uang senilai Rp 15 juta. Tentu belum bisa mengkaver semua, melihat kondisi rumah seperti ini,” terangnya kepada betanews.id, Minggu (1/11/2020) pagi.
Baca juga: Dorong Perekonomian Daerah, Komisi B DPRD Kudus Minta Dunia Usaha Patuhi Prokes
Masan melanjutkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak desa untuk segera mengajukan proposal pengajuan bedah rumah milik Suharto itu. Nantinya, usulan itu bisa masuk dalam anggaran 2021.
“Anggaran bansos ini merupakan iuran dari anggota DPRD Kudus. Meski dengan anggaran terbatas, tapi kami berupaya membantu semaksimal mungkin. Jika untuk bedah rumah masih kurang, silakan diusulkan agar menggunakan anggaran APBD,” jelas Masan.
Dalam bansos yang dilaksanakan pukul 08.00 WIB itu, anggota DPRD Kudus bekerjasama dengan TNI, Polri, dan puluhan warga.
“Saya ucapkan terima kasih kepada anggota TNI dan Polri karena sudah antusias membantu. Warga juga luar biasa, semua antusias untuk saling gotong royong,” tutupnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kudus, Endang Kursistiyani mengungkapkan, saat dirinya masih kecil, rumah tersebut terbilang bagus. Namun, setelah dihuni oleh Suharto rumah itu menjadi tidak terawat.
“Dulu waktu saya masih kecil bagus, cuma setelah ditinggali anaknya menjadi seperti ini. Dari kami memang belum bisa membantu secara keseluruhan, tetapi kami upayakan untuk mendapat dukungan melalui aparat desa. Di Desa Prambatan Kidul hanya ini saja,” jelasnya.
Baca juga: Dorong Perekonomian Daerah, Komisi B DPRD Kudus Minta Dunia Usaha Patuhi Prokes
Di sisi lain, Kepala Desa Prambatan Kidul, Sutopo Hadi Prasetio (48), mengucapkan banyak terima kasih kepada DPRD Kudus.
“Kami mewakili Suharto mengucapkan banyak terima kasih kepada DPRD Kudus. Rencana ini nanti akan dilakukan rehap atap, dinding, pembuatan sumur, dan jamban. Karena selama ini belum memiliki sumur,” terang Topo sapaan akrabnya.
Topo juga bercerita, jika Suharto biasanya menggambil air dari rumah orang tuanya di Desa Prambatan Lor. Suharto juga belum memiliki pekerjaan tetap, biasanya dia mengamen.
“Dia memamg sangat membutuhan bantuan. Apa lagi dia juga memiliki tiga anak. Dari pihak desa juga sudah membantu uang tunai Rp 12,5 juta untuk biaya perbaikan rumah. Selain itu juga ada bantuan PKH berupa uang dan sembako,” jelasnya.
Reporter: Ahmad Rosyidi
Editor: Ahmad Muhlisin

