31 C
Kudus
Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Business Centra Moda Textile,...

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota Kudus. Ia terlihat ikut mengarahkan mereka dalam penataan kain-kain yang terpajang. Pria tersebut adalah Alfin Handika (27), Wakil Manajer Centra Moda Textile.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya itu, pria yang akrab dengan sapaan Alfin itu mengabarkan jika toko tersebut sedang ada diskon besar-besaran sebagai promo grand opening pada Agustus lalu.

Wakil Manajer Centra Moda Textile, Alfin Handika sedang memilihkan kain pelanggan yang datang. Foto: Kartika Wulandari.

“Dalam rangka grand opening ini kita memberikan promo besar-besaran dari harga mulai Rp 20 ribu per meternya,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Modal Awal Cuma Rp 70 Ribu, Ari Kini Punya Usaha Konveksi yang Hasilnya Menjanjikan

Kain-kain yang didiskon itu, lanjut Alfin meliputi kain brukat seharga Rp 20 ribu per meter, batik katun Rp 35 ribu per meter, batik silk Rp 25 ribu per meter, tile Rp 30 ribu per meter, dan masih banyak yang lainnya.

Menurutnya, Centra Moda Textile merupakan toko textile yang lengkap yang berada di Kudus. Hampir semua jenis kain ada di Centra Moda Textile, mulai dari kain toyobo, kain tulle, katun motif, songket, dan lain-lain. Berbagai jenis kain yang dijual itu punya berbagai kualitas, mulai kualitas kelas rendah, kualitas kelas atas, hingga kualitas impor.

“Kami hampir menyediakan semua jenis kain. Karena memang, hampir semua pembeli dari toko centra moda merupakan pembuat gaun pengantin, kebaya, jas, dan biasanya juga banyak yang membeli untuk membuat seragam seperti seragam batik, seragam bridesmaid, dan lain-lain,” kata Alfin.

Dalam hal penjualan, kain yang paling best seller adalah kain tile dan kain woll. Karena kedua kain itu merupakan kain yang paling banyak dicari oleh para pembuat busana pengantin. Jika kain tile menjadi bahan dasar pembuatan gaun pengantin dan kebaya, kain woll dipakai untuk membuat jas dan celana pria.

Baca juga: Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus untuk Lestarikan Bahasa Jawa

“Dalam hal penjualan kain, yang paling best seller adalah kain tile. Kain tile merupakan kain yang menjadi bahan dasar pembuatan gaun pengantin dan kebaya,” beber pria asal Purwakarta itu.

Dalam sistem penjualannya, Centra Moda Textile akan selalu memberikan promo-promo menarik setiap bulannya. Hal ini dilakukan agar konsumen selalu tertarik untuk datang ke toko yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 19.00 WIB itu.

“Harapan ke depanya, semoga Centra Moda Textile bisa menambah cabang di kota-kota lain di Indonesia,” tukas Alfin.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,297PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota...

Karimunjawa Kembali Dibuka untuk Wisatawan

BETANEWS.ID, JEPARA - Wisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara kembali dibuka dengan terbatas, setelah delapan bulan vakum. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan 220...

Selain Parijoto, Pamelo dan Pisang Byar Ternyata Sudah Jadi Tanaman Khas Daerah Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus telah dan akan mengajukan sembilan tanaman untuk jadi tanaman khas daerah. Dari...

Nasi Goreng Nanas Bercita Rasa Kari yang Bikin Pelanggan Home Cafe and Resto Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat keluar masuk sebuah kafe yang berada di Jalan Ganesha lV 67, Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus....

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi...

Peraturan PVT Proses Revisi, Parijoto Akan Didaftarkan jadi Milik Provinsi Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS - Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman sedang proses direvisi. Direvisinya...

Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah rumah yang berada di Desa Colo, RT 01 RW 01, Kecamatan Dawe, Kudus, tampak seorang pria mengenakan...