31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Banyak yang Nganggur di Rumah Sejak Pandemi, Penjualan Alat Hidroponik Meroket

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Ganesha, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, tampak bangunan bercat putih. Di dalam bangunan tersebut terlihat beberapa orang sedang memilih barang untuk media tanam hidroponik. Tempat tersebut yakni Toko Ganesha Hidroponik, pusat perlengkapan tanam hidroponik terlengkap di Kudus.

Pemilik toko Mieke Irawati (40) menuturkan, Toko Ganesha Hidroponik Kudus bisa dibilang pusat peralatan tanam hidroponik di Kota Kretek. Di tokonya tersebut menyediakan aneka sarana dan prasarana untuk media tanam hidroponik, lengkap dari bibit dan lainnya pun ada.

Berbagai perlengkapan tanaman hidroponik disediakan lengkap di Toko Ganesha Hidroponik. Foto: Rabu Sipan.

“Sejak saya buka pada 2014, Toko Ganesha Hidroponik Kudus selalu jadi jujugan para petani hidroponik. Sebab, di sini pusatnya peralatan tanam hidroponik di Kota Kretek,” ujar perempuan yang akrab disapa Mieke kepada Betanews.id, Kamis (17/9/2020).

-Advertisement-

Perempuan yang sudah dikaruniai lima orang anak itu pun berkenan merinci aneka peralatan tanam hidroponik. Antara lain, net pot mulai Rp 800 sampai Rp 900 per buah tergantung ukuran dan jenisnya. Ada juga nutrisi untuk tanam hidroponik yakni AB Mix cair dengan harga Rp 11 ribu per dua botol dan AB Mix bubuk yang dijual Rp 15 ribu per dua bungkus, A dan B.

Baca juga: Raup Untung di Tengah Pandemi dari Pembuatan Media Tanam Hidroponik

Di tokonya juga menyediakan aneka bibit, seperti benih sawi, melon, bayam, cabai, melon, selada, dan lain sebagainya. Untuk harga benih mulai Rp 3 ribu hingga Rp 320 ribu. Harga tergantung jenis dan beratnya.

“Benih yang saya sediakan itu benih lokal dan impor. Serta yang paling mahal itu benih selada impor,” jelas perempuan berhijab itu.

Lebih lanjut, kata dia, toko Ganesha Hidroponik Kudus juga menyediakan rock wool impor yang dijualnya mulai Rp 5 ribu, sedangkan untuk satu slip dibanderol Rp 70 ribu. Dia juga menyediakan styrofoam untuk tanam hidroponik secara wick system. Ada juga cocopit yang dilepas mulai Rp 6 ribu. Sedangkan sekam bakar harganya Rp 5 ribu.

“Kami juga menyediakan gelas ukur, pompa akuarium, kain flanel, stiker sayur, tempat try semai, squit atau suntikan, pisau pemotong rock wool, alat PH meter untuk mengecek keasaman air, serta alat TDS meter untuk mengecek kepekatan nutrisi,” bebernya.

Baca juga: Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Dia mengatakan, dengan berbagai peralatan tanam hidroponik yang dijual tersebut, Toko Ganesha Hidroponik Kudus jadi jujugan para petani hidroponik. Menurutnya, pelanggan tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga ada yang dari Jepara, Demak, Purwodadi, Pati, dan Rembang.

“Selain para petani hidroponik, pelanggan toko Ganesha Hidroponik Kudus juga para bakul. Yang nanti peralatan tersebut akan dijual lagi di toko mereka,” ungkapnya.

Dia menuturkan, selama pandemi penjualan aneka sarana prasarana tanam hidroponiknya mengalami peningkatan. Menurutnya, peningkatan penjualan sekitar 50 persen. Hal tersebut, tuturnya, disebabkan sejak ada pandemi banyak orang menganggur di rumah. Sehingga mereka mencari kesibukan dengan bercocok tanam hidroponik.

“Yang paling mengalami peningkatan itu penjualan bibit dan pupuk atau nutrisi untuk tanam hidroponik,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER