BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam bangunan beratap seng yang berada di tepi utara Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak beberapa pria sedang memilih triplek bekas. Di antara mereka terlihat seorang perempuan dengan sabar melayani dan menjawab setiap pertanyaan para calon pembeli itu. Perempuan itu yakni Farida (30) pemilik dari Toko Sereseh Madura yang menjual triplek bekas.
Seusai melayani calon pembeli, Farida pun dengan senang hati berbagi kisah tentang usahanya itu. Dia mengatakan, terjun di dunia usaha jual beli triplek bekas sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, dirinya punya usaha jualan sate ayam. Bahkan, sate ayamnya itu lumayan laris, dalam semalam bisa menjual sekitar 10 ribu tusuk.

“Sate ayam saya sebenarnya sudah sangat dikenal dan laris manis. Namun sayang lokasi tempat jualan saya kena gusur, karena memang pedagang kaki lima. Apesnya setelah terkena gusuran itu, saya tidak bisa dapat lokasi yang bagus untuk berjualan lagi,” ujar Farida kepada Betanews.id, Jumat (24/7/202).
Perempuan keturunan Madura dan tercatat sebagai Warga Lumajang, Jawa Timur itu menuturkan, karena tidak dapat lokasi berjualan sate, ia dan suaminya pun sempat menganggur. Saat menganggur itu ia dapat ide untuk berjualan triplek bekas. Menurutnya, ide itu didapatnya setelah lihat bapaknya jualan kayu palet.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
“Dengan tabungan yang tersisa saya dan suami nekat jualan triplek bekas dan kayu jati Belanda. Awalnya itu saya hanya menjual 15 lembar triplek bekas, dan 10 ikat kayu jati Belanda,” ungkap perempuan berhijab tersebut.
Jualan dengan jumlah barang yang sangat sedikit tersebut berkembangnya sangat susah, karena memang keterbatasan modal. Padahal tuturnya, suaminya punya cita-cita bisa punya stok triplek bekas yang banyak untuk dijual. Agar kelak tokonya itu bisa jadi pusat triplek bekas di Kota Kretek. Suaminya pun memeras otak agar bisa mendapatkan uang sebagai modal belanja.
“Suami saya kemudian berinisiatif memproduksi meja, kursi, lemari dan perabot lainnya. Ternyata perabot bikinan suami saya banyak peminatnya, dan banyak yang pesan,” beber perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu.
Dari keuntungan itulah dia bersama suaminya bisa belanja triplek bekas dalam jumlah banyak. Lambat laun stok triplek bekas di tokonya sangat banyak. Sehingga ia punya banyak stok dan percaya diri untuk menjajakan aneka jenis triplek dengan berbagai ukuran.
Baca juga: Kolam Taman Kreasi Busiri Bisa Didapat Mulai Rp 250 Ribu
“Bahkan sekarang, setiap bulannya kami bisa dapat kiriman empat truk terkadang juga lebih,” ungkapnya.
Dia menuturkan, Toko Sereseh Madura kini sudah lumayan dikenal. Pembeli triplek bekas datang tidak hanya orang Kudus saja. Namun banyak juga yang datang dari luar kota. Di antanya, Jepara, Demak, Purwodadi, Pati, Klaten, Rembang, hingga Tuban.
“Saya bersyukur, meski usaha saya yang terdahulu kena gusur, kini saya bisa temukan usaha jual triplek bekas. Bisa dibilang toko saya itu jujugan orang yang ingin beli triplek bekas,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

