BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tampak sedang memilih buku di perpustakaan yang berada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. Sambil memegang buku di tangannya, perempuan bernama Isna Dewi Yuliani (21) sedang mencari buku untuk referensi sekripsinya. Isna begitu dia akrab disapa, mengaku senang perpustakaan tersebut kembali dibuka.
Dirinya merasa terbantu dengan dibukanya perpustakaan tersebut. Karena di kampus tempat kuliahnya, perpustakaan masih belum dibuka. Di Perpusda, dia mencari buku terkait modal, motivasi, dan ekonomi.

“Senang dan merasa terbantu tentunya, karena perpustakaan di kampus belum dibuka. Untuk pinjam melalui Telegram, jadi lebih susah. Kalau gini kan saya bisa memilih langsung, jadi tidak ribet,” terang Mahasiswa IAIN Kudus itu kepada betanews.id, Rabu (29/7/2020).
Baca juga: Tak Hanya Manusia, Buku di Perpusda Kudus Juga Dikarantina
Setelah meminjam buku, warga Prambatan Lor RT 05 RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu kemudian mengisi sejumlah pertanyaan. Pertanyaan tersebut terkait kepuasan layanan yang ada di sana.
Sementara itu, Kasi Pengelola Pustaka Ninik Mustikawati (41) menambahkan, semenjak ada surat edaran new normal dari Pemkab Kudus, pihaknya kemudian membuka perpustakaan tersebut. Pembukaan dimulai sejak 5 Juli 2020 lalu. Untuk saat ini hanya melayani pembuatan kartu anggota, peminjaman, dan pengembalian.
“Jadi ini masih belum boleh membaca di tempat. Tapi ini sudah kami siapkan tempat untuk membaca dengan protokol kesehatan. Karena saat memilih buku biasanya masih ada yang membaca sekilas tentang buku itu,” terangnya.
Baca juga: Cuma Butuh Nomor WA untuk Daftar Layanan Inklusi Sosial Berbasis Online
Selama dibukanya kembali perpustakaan, pihaknya melakukan sejumlah upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Mulai dari protokol kesehatan hingga mengkarantina buku yang baru dikembalikan.
“Selama dibuka bulan Juli 2020 ini sudah ada 715 orang pengunjung. Memng belum sebanyak bulan-bulan sebelumnya sebelum pandemi. Dalam satu bulan pengunjung sekitar 4.500 orang,” tutup Ninik.
Editor: Ahmad Muhlisin

