31 C
Kudus
Kamis, Januari 21, 2021
Beranda Wisata Wisata Bukit Puser...

Wisata Bukit Puser Angin Diharapkan Bisa Dikelola Petani

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara para pengunjung Bukit Puser Angin di yang berada di area lahan Perhutani di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, terlihat seorang pria mengenakan kaus lusuh dan bertopi. Dengan dibantu anaknya, ia tampak sedang mengumpulkan batang tanaman singkong yang sudah dipanen. Pria tersebut yakni Sumadi, yang mengaku pasrah lahan yang dikelolanya dijadikan jujugan para pengunjung menikmati keindahan alam Bukit Puser Angin.

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, Sumadi sudi berbagi penjelasan. Dia mengatakan, lahan yang dijadikan para pengunjung menikmati keindahan alam Bukit Puser Angin merupakan lahan Perhutani, yang digarapnya melalui program perhutanan sosial. Dia mengaku, tidak mempersoal hal itu, toh tanaman singkongnya sudah ia panen.

Petani yang menggarap lahan Perhutani di kawasan Bukit Puser Angin. Foto: Rabu Sipan

“Saya pribadi tak mempermasalahkan ya. Singkongnya juga sudah saya panen. Lagian ini mulai musim kemarau, jadi belum bisa langsung ditanami lagi,” ujar Sumadi.

Namun, lanjut pria warga Dukuh Sintru, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus itu berharap, jika Bukit Puser Angin dijadikan wanawisata, para petani sekitar bukitlah yang dijadikan pengelolanya. Sebab selama ini, merekalah yang mengelola pertanian Bukit Puser Angin. Termasuk bikin akses jalan.

Baca juga : Pesona Keindahan Alam Bak Raja Ampat, Bukit Puser Angin Diserbu Wisatawan

“Saat ini wisata alam Bukit Puser Angin belum ada yang mengurus. Masuk dan parkir masih gratis semua. Kami berharap, para petani yang mengelola jika kelak Bukit Puser Angin dijadikan wisata alam,” harap pria yang sudah jadi petani selama 20 tahun tersebut.

Hal senada diutarakan petani lainnya, yakni Muhammad Badri. Dia mengatakan, para petani yang ada di Bukit Puser Angin tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Patiayam Rejo, beranggotakan 30 petani. Menurutnya, selama ini merekalah yang bikin akses jalan di Bukit Puser Angin dengan bergotong royong dan tidak ada bantuan dana dari pihak lain.

“Jadi kami kira wajar, jika kami berharap jadi pengelola wanawisata Bukit Puser Angin Kudus,” ungkap pria yang akrab disapa Badri tersebut.

Bukit Puser Angin Kudus beberapa pekan terakhir lagi viral di media sosial. Pemandangannya yang indah, bahkan diklaim beberapa orang sebagai Raja Ampatnya Kudus itu kini ramai oleh pengunjung.

Sedangkan untuk nama Puser Angin sendiri, dikarenakan di bukit tersebut sering terjadi pusaran angin mirip puting beliung, tapi tidak besar. Oleh sebab itu, bukit tersebut dinamakan Bukit Puser Angin. Bahkan kabar yang beredar, yang memberi nama Puser Angin adalah seorang pengunjung.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler