BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu Jalan Raya Kudus – Jepara tampak ramai kendaraan berlalu lalang. Suara bising knalpot kendaraan lewat itu, seolah tak mampu mengusik dua perempuan yang sedang sibuk di atas trotoar. Di seberang ADA Swalayan, mereka terlihat duduk sambil mengemas arang ke dalam kantong kresek. Satu di antara perempuan itu yakni Ngatini, penjual arang.
Di sela aktivitasnya, Ngatini sudi berbagi kisah kepada betanews.id tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, berjualan arang sejak 30 tahun yang lalu. Menurutnya, usaha yang dijalani itu dulunya milik eyangnya, dan dia sejak remaja sudah membantu ikut berjualan arang.

Baca juga : Penjualan Arang Ngatini Naik Tiga Kali Lipat Jelang Idul Adha, Omzet Rp 2 Juta Sehari
“Setelah eyang meninggal di tahun 1990, usaha jualan arang itu pun saya lanjutkan. Meskipun usaha arang itu pakaian dan badan sering kotor, tapi hasilnya lumayan,” ujar Ngatini, Rabu (29/7/2020).
Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, usaha jualan arang itu memang sudah punya banyak pelanggan sejak zaman eyangnya hingga sekarang. Sehingga setiap hari pasti laku dan tentunya punya pemasukan.
Dia menuturkan, pelanggan arangnya itu beberapa pemilik usaha warung dan rumah makan di Kudus. Di antaranya, warung sate, penjual jagung bakar, ayam bakar, angkringan lain sebagainya. Dia menjual arang dalam berbagai kemasan dan harga.
Masih kata Ngatini, menjual arang dengan berbagai kemasan. Mulai harga Rp 1.500 hingga kemasan Rp 10 ribu. Sehari biasanya ia mampu menghabiskan antara tiga sampai lima karung arang. “Saya jualannya itu harga grosir, makanya laris dari dulu hingga sekarang,” ungkapnya.
Baca juga : Pilih Buat Layangan Karekter daripada Petekan, Ternyata Untungnya Lima Kali Lipat
Satu di antara pelanggan bernama Ranti mengatakan, sudah berlangganan membeli arang di tempat Ngatini. Dia membeli arang bisa setiap hari. Setiap beli, jumlahnya sekitar 20 bungkus. Arang yang dibeli di tempat Ngatini itu akan dijualnya kembali di tokonya.
“Saya beli arang untuk saya jual lagi. Kulakan ini Mas. Pilih kulakan arang di tempatnya Ngatini karena harganya lebih murah,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

