31 C
Kudus
Rabu, Agustus 12, 2020
Beranda Business Meski Kotor Tapi...

Meski Kotor Tapi Hasil Lumayan, Ngatini Tekuni Bisnis Arang Sudah 30 Tahun

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu Jalan Raya Kudus – Jepara tampak ramai kendaraan berlalu lalang. Suara bising knalpot kendaraan lewat itu, seolah tak mampu mengusik dua perempuan yang sedang sibuk di atas trotoar. Di seberang ADA Swalayan, mereka terlihat duduk sambil mengemas arang ke dalam kantong kresek. Satu di antara perempuan itu yakni Ngatini, penjual arang.

Di sela aktivitasnya, Ngatini sudi berbagi kisah kepada betanews.id tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, berjualan arang sejak 30 tahun yang lalu. Menurutnya, usaha yang dijalani itu dulunya milik eyangnya, dan dia sejak remaja sudah membantu ikut berjualan arang.

Baca juga : Penjualan Arang Ngatini Naik Tiga Kali Lipat Jelang Idul Adha, Omzet Rp 2 Juta Sehari

“Setelah eyang meninggal di tahun 1990, usaha jualan arang itu pun saya lanjutkan. Meskipun usaha arang itu pakaian dan badan sering kotor, tapi hasilnya lumayan,” ujar Ngatini, Rabu (29/7/2020).

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, usaha jualan arang itu memang sudah punya banyak pelanggan sejak zaman eyangnya hingga sekarang. Sehingga setiap hari pasti laku dan tentunya punya pemasukan.

Dia menuturkan, pelanggan arangnya itu beberapa pemilik usaha warung dan rumah makan di Kudus. Di antaranya, warung sate, penjual jagung bakar, ayam bakar, angkringan lain sebagainya. Dia menjual arang dalam berbagai kemasan dan harga.

Masih kata Ngatini, menjual arang dengan berbagai kemasan. Mulai harga Rp 1.500 hingga kemasan Rp 10 ribu. Sehari biasanya ia mampu menghabiskan antara tiga sampai lima karung arang. “Saya jualannya itu harga grosir, makanya laris dari dulu hingga sekarang,” ungkapnya.

Baca juga : Pilih Buat Layangan Karekter daripada Petekan, Ternyata Untungnya Lima Kali Lipat

Satu di antara pelanggan bernama Ranti mengatakan, sudah berlangganan membeli arang di tempat Ngatini. Dia membeli arang bisa setiap hari. Setiap beli, jumlahnya sekitar 20 bungkus. Arang yang dibeli di tempat Ngatini itu akan dijualnya kembali di tokonya.

“Saya beli arang untuk saya jual lagi. Kulakan ini Mas. Pilih kulakan arang di tempatnya Ngatini karena harganya lebih murah,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Karir Beta Media

Kami menantang kalian untuk bergabung di Tim Beta Media. Sebagai Media baru kami butuh talenta muda yang suka tantangan.

Tinggalkan Balasan

25,168FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,303PengikutMengikuti
15,292PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

BPJS Ketenagakerjaan Kudus Targetkan 100 Ribu Pekerja Dapat Subsidi Rp 600 Ribu

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat duduk di kursi antrean yang berada di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, (10/8/2020). Menaiki lantai dua...

Rapi dan Bergaransi, Pisau Buatan Andi Laris di Pasaran

BETANEWS.ID, KUDUS - Pagi itu Siswandi (36) terlihat sibuk dengan mesin gerinda di belakang rumahnya. Dia terlihat sedang mengkilapkan puluhan besi pisau...

Asyiknya Bersepeda Bareng Cewek-Cewek di Ceciwi Gowes

BETANEWS.ID, KUDUS - Matahari mulai condong ke Barat ketika rombongan pesepeda yang keseluruhannya beranggotakan perempuan sampai di sekitar Taman Oasis Djarum. Mereka...

Lutunna Rental, Jasa Persewaan Peralatan Bayi di Kudus yang Bikin Ibu Lebih Hemat

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa peralatan bayi terlihat tertata rapi di sebuah ruang depan rumah bercat kuning gading di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae,...

Produksi Tempe Super, Jadi Solusi Ekonomi Mantan TKI di Kala Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS - Seorang pria terlihat sedang sibuk dengan rendaman kedelai di belakanga rumah yang berada RT 3 RW 2 Desa Karangmalang,...

Tes SKB CPNS Kudus Akan Segera Dilaksanakan, Catat Jadwalnya!

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan jadwal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)...

Ganjar Perintahkan Pendampingan Secara Intens Terhadap Santri di Pati yang Terinfeksi Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 26 santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terkonfimasi positif...