31 C
Kudus
Senin, Januari 18, 2021
Beranda Gaya Hidup Lebih Praktis, Sepeda...

Lebih Praktis, Sepeda Lipat Kian Jadi Idola

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan pesepeda mulai berdatangan di Taman Bendung Klambu, Desa Klambu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Minggu (21/6/2020) pagi. Mereka berbondong-bondong datang dari arah Kabupaten Kudus. Selang beberapa saat, rombongan berbeda juga mulai memasuki taman yang berada di dekat Bendungan Klambu itu. Dua rombongan itu dalah Komunitas Sepeda Lipat Kudus (Seliku) dan Komunitas Demak Sepeda Lipat (Dek Seli).

Kedatangan mereka secara berbarengan tersebut ternyata tidak disengaja dan punya agenda berbeda. Namun, mereka disatukan dengan kecintaan pada sepeda lipat yang makin jadi idola di masyarakat.

Anggota Komunitas Sepeda Lipat Kudus (Seliku) saat mengadakan acara gowes, Minggu (21/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Ketua Komunitas Seliku Agus Heryanto (50) menjelaskan, sejauh ini anggota Seliku semakin bertambah. Karena selain praktis dan bisa dibawa ke mana pun, sepeda lipat mulai banyak penggemar sejak pandemi Covid-19. Padahal diakuinya, sejak pandemi pula, harga sepeda lipat semakin tinggi.

“Kalau sepeda lipat itu mereknya banyak sekali. Tapi kalau ukuran ada beberapa macam. Dari yang 16 inci sampai 26 inci. Itu diameter roda. Dan harganya juga bervariasi. Mulai dari yang di bawah Rp 1 juta, sampai yang puluhan juta. Namun saat ini di Seliku, para anggotanya, ya rata-rata memakai sepeda seharga sekitar Rp 5-6 jutaan,” kata pria yang akrab dipanggil Aher itu.

Baca juga: Selama Pandemi, Komunitas Seliku Kebanjiran Anggota Baru

Kepopuleran sepeda lipat juga diungkapkan oleh Rona Firlana (37). Wakil Ketua Komunitas Dek Seli itu menambahkan, dia sudah beberapa kali mencoba berbagai jenis sepeda, dan kemudian jatuh hati pada sepeda lipat karena kepraktisannya.

“Jika bepergian cukup jauh seperti keluar kota, sepeda masih bisa dibawa di dalam kendaraan. Sehingga tidak menyulitkan untuk terus melakukan hobi,” ungkapnya.

Makin diminatinya sepeda lipat juga berimbas pada permintaan anggota baru di komunitasnya. Saat ini, anggotanya sudah mencapai 56 orang dan dipastikan terus bertambah. Untuk itu, pihaknya kemudian menambahkan aturan khusus untuk bisa bergabung di Dek Seli. Selain harus punya sepeda lipat, anggota baru juga diminta ikut serta dalam agenda gowes dan kopdar.

“Cuma kalau menjadi anggota memang harus memakai dan punya sepeda lipat. Selain itu juga harus mematuhi peraturan. Seperti kopdar di Simpang 6 Demak, terus sebulan sekali kita gowes dan silaturahmi ke rumah masing-masing anggota. Satu per satu. (dan) menggunakan helm saat bersepeda,” beber Rona.

Baca juga: Menolak Punah, Sepeda Mini Bertransformasi jadi Minion yang Banyak Digemari

Di masa pandemi, pihaknya kemudian mengeluarkan aturan baru soal mengikuti protokol kesehatan Covid-19 saat berkendara.

“Paling penting pokoknya itu tadi, bagi siapapun yang mau gowes bareng, yang jelas sejak pandemi ini kami ada aturan baru. Yaitu setiap anggota dan yang ikut gowes harus mematuhi protokol kesehatan. Harus tetap jaga jarak. Jangan berjajar saat bersepeda. Jadi satu lajur saja,” tukas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
26,722PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler