BETANEWS.ID, KUDUS – Di belakang rumah yang berada di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tampak bangunan berdinding kayu beratap galvalum. Di dalam bangunan itu terlihat tiga orang. Dua orang sedang sibuk menyablon plastik. Sedangkan yang satunya mengamati dan beberapa kali memberi instuksi. Pria tersebut yakni Sunaryo (40) pemilik Primadona Sablon.
Sembari melanjutkan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Yoyok itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, sebelum merintis usaha sendiri, sebelumnya ia bekerja ikut orang di usaha serupa selama 10 tahun.

“Saya bekerja di sablon itu sejak remaja. Kerja tiga tahun, bos saya malah gulung tikar. Saya pun terpaksa kerja di perusahan kerupuk,” ujar Yoyok kepada Betanews.id, Kamis (23/7/2020).
Baca juga: Termurah di Kudus, Kualitas Primadona Sablon Dijamin Tidak Murahan
Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mengatakan, kerja di perusahaan kerupuk itu dijalaninya sekitar dua tahun. Namun, pada malam harinya ia pun nyambi menerima orderan sablon dari teman-temannya.
“Setelah dua tahun berjalan. Mantan bos sablon saya membuka usahanya lagi, dan saya pun ditawarinya untuk ikut bekerja. Karena memang saya suka dengan pekerjaan sablon, tawaran itu pun saya terima,” ungkapnya.
Dia menuturkan, selama kerja lagi di tempat sablon bosnya, ia juga masih tetap menerima order sablon di rumahnya yang dikerjakan pada malam harinya. Sebab dia berpikir, tidak akan selamanya kerja ikut orang terus. Suatu saat dia juga ingin mandiri dan punya usaha sendiri.
“Hingga pada tahun 2014 saat orderan sablon sampingan saya makin banyak, saya pun memutuskan keluar kerja. Kemudian saya fokus pada usaha sablon saya sendiri,” ungkap Yoyok.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
Usaha sablonnya itu, lanjutnya, diberi nama Primadona Sablon. Menurutnya, sablonnya itu bisa dianggap spesialis sablon media plastik. Media yang disablon itu biasanya plastik LDPE dan HDPE. Plastik yang disablon itu akan digunakan untuk bungkus perangkat elektronik. Sedangkan harga sablonnya, dipatok mulai Rp 20 hingga Rp 500 per buah.
“Saya bersyukur usaha sablon yang aku rintis kini sudah lumayan dikenal. Selain dari Kudus, orderan juga datang dari Semarang, serta Surabaya,” tutup Yoyok.
Editor: Ahmad Muhlisin

