31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Ganjar Pantau Pemudik di Stasiun Tawang, Petugas Disiapkan untuk Tes Rapid Calon Penumpang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa hari lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyampaikan imbauan bagi warga Jawa Tengah untuk tidak mudik pada Hari Raya Idul Adha. Meski demikian Ganjar tetap memantau dan mengantisipasi terkait adanya kemungkinan warga yang tetap mudik.

Seperti yang dilakukannya pada Kamis (30/7/2020) siang saat mengecek Stasiun Kereta Api Tawang Semarang. Siang itu Ganjar sengaja melihat situasi dan kondisi terkini Stasiun Tawang untuk memastikan kemungkinan adanya peningkatan penumpang saat libur Idul Adha yang disertai long weekend.

Selama pantauan di Stasiun Tawang, Ganjar belum menemukan adanya peningkatan jumlah penumpang secara signifikan. Baik yang tiba di Stasiun Tawang maupun yang hendak berangkat ke luar Kota Semarang.

Ganjar juga melihat proses rapid rest calon penumpang di Posko Pencegahan Covid-19 Stasiun Tawang. Kota tujuan calon rapid rest juga beragam seperti ke Jakarta dan Surabaya.

Baca juga : Antisipasi Pemudik Saat Idul Adha, Ganjar: ‘Kalau Tidak Penting Tidak Usah Mudik’

Ganjar mengatakan, beberapa antisipasi terkait kemungkinan peningkatan warga mudik juga sudah disiapkan. Dinas Perhubungan sudah memberikan laporan ada sekitar tujuh titik yang menjadi perhatian. Tujuh titik tersebut termasuk daerah strategis sepeti tempat wisata dan juga daerah rawan macet. Kesiapan itu juga dikoordinasikan dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang saat ini sendang menggelar operasi patuh hingga tanggal 2 Agustus 2020.

“Tidak usah mudik dulu deh, apalagi kemarin kan Jakarta merah lagi. Tapi kita sudah cek, kita sudah siapkan, prediksinya kurang lebih ada 20 persen kenaikan. Dinas Perhubungan sudah lapor kepada saya, kepolisian sudah menyiapkan. Jadi lebih pada antisipasi itu saja,” katanya.

Adapun pola pemudik pada Hari Raya Idul Adha juga sudah dipetakan. Menurut Ganjar, pola mudik itu biasanya kalau yang musim akan pulang atau mudik setelah salat Id atau berkurban.

“Misal warga yang tinggal di Jabodetabek atau dari Jawa Timur mau ke Jawa Tengah, dia berkurban dulu di situ, salat dulu di situ, baru pulang. Kemungkinan untuk yang non-muslim akan jalan dulu. Jadi kita menghitung mulai dari sore ini, sampai dengan malam nanti itu kira-kira puncaknya. Maka sudah dari beberapa hari yang lalu teman-teman saya minta untuk standby,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat menambahkan, Idul Adha tahun ini bertepatan juga dengan long weekend seperti long weekend lainnya. Hanya saja beberapa waktu lalu ada warga yang tinggal atau kerja di luar Jawa Tengah tidak bisa mudik pada Lebaran Idul Fitri. Segmentasi pemudik Idul Adha ini diprediksi lebih banyak menengah ke atas.

Baca juga : Genjot Tes Covid Jadi 4.991 Sehari, Jateng Kekurangan 20 Tenaga Ahli Laboratorium

“Kemungkinan tahun ini, Idul Adha ini ada peningkatan tetapi segmennya menengah ke atas. Jadi yang baru mudik pada Idul Fitri kemarin baru sekitar 40 persen, itu yang mereka curi-curi.40 persen. Itu mereka yang lebaran kemarin curi-curi. Bagi yang belum sempat pulang atau mudik itu kan yang paham banget tentang SIKM di Jabodetabek dan lain sebagainya. Sekarang ini ada waktu yang dia bisa ke Jateng tetapi juga tidak terlalu banyak,” katanya.

Satriyo menjelaskan, titik yang menjadi perhatian dalam mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan tersebar di tempat strategis seperti daerah wisata dan juga daerah rawan macet. Misalnya di Sayung Demak ada tiga petugas Dishub yang ditugaskan bergantian. Kemudian di Simpang Hanoman Kota Semarang karena ada pengeprasan sudut kemiringan badan jalan ke arah kota.

“Kemudian ada di Brebes untuk antisipasi kemacetan. Begitu juga di Bawen, tepatnya simpang terminal Bawen. Daerah Dieng, dan lainnya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER