Banyak Pesanan Pot Sabut Kelapa dari Luar Negeri, Chalim Terkendala Ongkir

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat mengurai tali dari sabut kelapa di teras samping rumah berwarna hijau. Dengan teliti, ia mengukur taliĀ  berwarna coklat itu. Di teras tersebut juga terlihat pot kotak dan kerucut yang terbuat dari sabut kelapa. Pot bunga tersebut adalah hasil karya Achmad Abdul Chalim (40) yang beberapa kali diekspor ke luar negeri.

Di sela kesibukannya, warga Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu mengatakan, kerajinan pot dari sabut kelapa hasil karyanya sempat dua kali dikirim ke luar negeri. Pertama, Bulan Februari ke Negeri Ratu Elizabet Inggris dan kedua ke negeri Jiran Malaysia, Mei lalu.

Tali dari sabut kelapa yang dibuat Abdul Chalim. Foto: Rabu Sipan.

“Sudah dua kali saya ekspor kerajinan pot dari limbah sabut kelapa. Yang pertama ke Inggris dan yang kedua ke Malaysia. Untuk jumlahnya 100 buah ke masing-masing negara tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Chamim kepada Betanews.id, Rabu (8/7/2020).

-Advertisement-

Sebenarnya, lanjutnya, pesanan dari luar negeri untuk pot bunga hasil karyanya itu banyak sekali. Namun, karena terkendala ongkos kirim yang mahal, ia hanya melayani para pelanggan yang harganya sesuai bila dikalkulasi dengan ongkos kirim.

Baca juga: Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

“Sebenarnya selain dari Inggris dan Malaysia, saya juga dapat pesanan dari Jerman dan Singapura. Namun ongkos kirim terlalu tinggi, jadi saya tidak berani,” ungkap pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Selain terkendala ongkos kirim, dia juga masih terkendala di produksi sehingga pelanggan yang memesan harus pre order empat hari sebelumnya.

“Pesanan banyak banget ini. Saya sampai kewalahan. Pesanan datang tidak hanya dari Kudus saja tapi juga dari luar kota. Bahkan saya setiap hari itu selalu begadang sampai pukul 03.00 WIB untuk menyelesaikan pesanan para pelanggan,” ungkap Chamim.

Dia menuturkan, pot dari sabut kelapa karyanya itu memang diminati banyak orang. Bahkan di Indonesia, ia mengaku sudah mengirim ke seluruh pelosok negeri. Dari kota-kota di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Papua ada pelanggannya semua.

Menurutnya, pelanggannya itu didominasi para juragan pemilik usaha tanaman hias. Biasanya mereka sekali pesan langsung banyak dan akan dijual lagi. Chamim sendiri memang memprioritaskan pembelian grosir. Minimal pembelian itu 12 pot.

Baca juga: Sediakan Aneka Bibit Anggur Unggulan, Aan Punya Pelanggan dari Seantero Nusantara

Dia mengatakan, pot bunga hasil karyanya itu memang beda dari yang sudah ada. Jika selama ini pot itu terbuat dari plastik, semen, dan tanah, ia membuat pot dari sabut kelapa. Selain artistik, unik, dan klasik, potnya itu juga punya fungsi mampu menyerap air. Sehingga memang cocok untuk tanaman.

Selain pot, lanjutnya, ia juga menjual tali sabut kelapa dengan harga Rp 500 per meter. Dia juga menjual olahan sabut kelapa lainnya yakni cocopeat yang biasa digunakan untuk media cangkok atau stek tanaman dengan harga Rp 25 ribu per 10 kilogram.

“Saya juga menyediakan cocochift yang biasa digunakan media tanam anggrek dengan harga Rp 20 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Dia bersyukur, usahanya yang muncul di tengah pandemi itu kini diminati banyak orang. Bahkan beberapa kali dapat orderan dari luar negeri. “Semoga saja usaha saya ini makin lancar dan bekembang. Serta ke depannya makin sukses,” tukas Chamim.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER