BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pekerja sedang menatah kayu di ruang produksi di Desa Kedung Sari, RT 01 RW 04, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pekerja tersebut membuat pola gambus atau alat musik petik seperti mandolin yang nantinya akan dikirim ke Kalimantan.
Pemilik usaha, Sugiharto (40) mengatakan, mulai memproduksi gambus sejak Virus Corona masuk ke Indonesia. Sebelumnya, dia merupakan pengrajin beduk dan alat-alat rebana. Menurutnya, usahanya harus berhenti produksi karena tidak ada pembeli.

“Produksi gitar gambus ini baru awal-awal Maret 2020. Karena pesanan beduk dan terbang sepi. Akhirnya harus cari cara lain. Itu (beduk dan alat rebana) masih banyak. Karena stok melimpah, namun tidak ada pembeli akhirnya produksi saya stop dulu,” tuturnya saat ditemui di rumah produksinya, beberapa waktu lalu.
Dalam kekalutan itu, lanjut Sugiharto, dirinya mencari ide-ide usaha baru supaya produksi berbahan kayu masih jalan. Akhirnya, berkat relasinya di Kalimantan, dirinya mendapatkan pesanan gambus.
Baca juga: Bisnis Rebana Sunarwi Punya Pelanggan Hingga Luar Jawa
“Saya cari-cari di internet dan tanya teman-teman, yang lagi ramai ini gitar Didi Kempot. Jadi orang bilangnya gitar atau biola Didi Kempot yang biasa untuk gambusan,” jelasnya.
Dalam sehari, dirinya bisa memproduksi 20 buah gambus. Rencananya, dalam setahun ini, ia akan mengirim ke Kalimantan sekitar 100 buah.
Harga yang diberikan yakni bervariasi. Untuk yang model biasa Sugiharto memberikan harga Rp 250 ribu per buah. Sedangkan yang model bagus, harga dipatok Rp 500 ribu per buah.
“Itu juga tergantung bahan yang dipakai. Yang saya gunakan yakni kayu mahoni, kayu sengon dan kayu nangka,” tuturnya.
Baca juga: Beduk dan Rebana Buatan Sugiharto Unggulkan Kualitas Suara dan Tahan Lama
Dalam proses pembuatannya, kata Sugiharto, kayu balok pertama kali dibentuk polanya berbentuk gambus. Setelah itu dipahat dan diukir. Hal tersebut untuk membuat detail polanya. Terakhir yakni proses finishing, yaitu pemberian warna agar hasil yang dibuat terlihat menarik.
“Di masa pandemi ini saya harus bertahan. Kalau ada ide lain yang berbahan kayu, pasti langsung saya ambil,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

