BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah akan membuat kelas jarak jauh di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Selain di Kudus, pihaknya juga membangun kelas serupa di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dan Kecamatan Pagentan di Banjarnegara.
Kepala Disdikbud Jateng Jumeri menerangkan, pembukaan kelas tersebut sudah melewati kajian mendalam. Langkah ini diambil lantaran ketersediaan SMA dan SMK Negeri maupun swasta di kecamatan tersebut tidak ada. Sehingga perlu ada kelas jarak jauh untuk menampung calon siswa yang ingin mendaftar.
“Pemilihan tiga kecamatan itu dikarenakan hasil kajian mendalam. Sebab, di tiga kecamatan itu sama sekali tidak ada sekolah SMA/SMK nya, baik negeri maupun swasta. Kalau di kecamatan lain yang memang tidak ada sekolah negerinya, di sana sudah ada sekolah swasta,” kata dia, Senin (29/6/2020).
Jumeri menerangkan, untuk Kecamatan Tawangmangu dan Gebog akan dibuat kelas jarak jauh SMA. Sementara di Kecamatan Pagentan Banjarnegara, kelas jarak jauh yang akan dibuatkan adalah SMK.
Baca juga: Disdik Jateng Ancam Coret Calon Siswa yang Terbukti Palsukan Data PPDB
“Di Tawangmangu dan Pagentan itu akan ada dua kelas jarak jauh, sementara di Gebog hanya akan ada satu kelas. Setiap kelas, siswanya bisa menampung 36 orang,” terangnya.
Menurutnya, selain kajian mendalam, pembuatan sekolah jarak jauh di tiga kecamatan itu merupakan inisiatif dan usulan masyarakat. Setelah pengajuan masuk dan dilakukan kajian, maka disetujui adanya kelas jarak jauh di tiga kecamatan itu.
“Untuk proses perekrutan siswa direncanakan pada awal Juli nanti. Prosesnya nanti offline, tidak online seperti PPDB yang sudah dilakukan saat ini,” ucapnya.
Untuk 14 kecamatan sisanya, Jumeri mengatakan akan melakukan kajian bertahap. Karena di lokasi-lokasi itu, sudah berdiri sekolah-sekolah swasta.
Baca juga: Ganjar Ancam Seret ke Jalur Hukum Bagi yang Berani Gunakan SKD Palsu untuk PPDB
“Jadi itu menjadi pertimbangan kami, nanti kami lakukan kajian bertahap dan akan kami sisir terlebih dahulu problem di lapangan seperti apa,” tegasnya.
Disinggung terkait pembangunan sekolah fisik di daerah-daerah itu, Jumeri mengatakan ada kemungkinan. Namun tentunya, proses itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Kalau yang sudah masuk program, kan pembangunan 15 SMK Negeri Jateng boarding school di 15 kabupaten/kota yang masuk zona merah kemiskinan. Tahun ini rencananya, 15 SMK Negeri Jateng boarding school itu akan kami bangun, dan tahun depan sudah bisa menerima siswa baru,” pungkasnya.
Baca juga: Jateng Terapkan Zonasi PPDB SMA Berbasis RW
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah mempersoalkan beberapa kecamatan di Jateng yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri. Setidaknya, ada 17 kecamatan di berbagai daerah yang tidak memiliki fasilitas SMA/SMK atau SLB negeri. Ganjar pun mengusulkan adanya solusi khusus yakni membuka kelas jarak jauh di daerah-daerah itu atau membangunkan sekolah baru.
“Sekolah jarak jauh ini yang bisa segera direalisasikan, bisa menggunakan fasilitas SMP di daerah itu. Pemprov siap membiayai. Tinggal saya minta Dinas Pendidikan segera membicarakan hal ini dengan bupati/wali kota terkait pemanfaatan fasilitas SMP di sana,” kata Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

