31 C
Kudus
Senin, Juli 13, 2020
Beranda Jateng Ganjar Ancam Seret...

Ganjar Ancam Seret ke Jalur Hukum Bagi yang Berani Gunakan SKD Palsu untuk PPDB

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dari laporan Dinas Pendidikan Jateng, banyak calon siswa yang menggunakan SKD dalam proses penerimaan peseta didik baru (PPDB) 2020, khususnya di beberapa sekolah favorit di Jawa Tengah. Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewanti-wanti kepada calon siswa dan orang tua siswa untuk jujur.

Ganjar menegaskan, apabila terbukti ada yang melakukan pemalsuan data, dirinya tidak segan untuk membawa ke ranah hukum. Hal itu disampaikan Ganjar usai rapat evaluasi PPDB di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2020).

“Soal SKD ini, saya minta dicek secara serius mulai sekarang. Saya ingatkan, tolong jangan ajari anak kita untuk tidak jujur. Jangan gunakan SKD aspal, asli tapi palsu karena dia tidak tinggal di situ. Bukan tidak mungkin kalau ini masif (penggunaan SKD aspal), saya gandeng kepolisian dan penegak hukum karena ini termasuk pemalsuan data,” ujar Ganjar.

Baca juga : Disdik Jateng Ancam Coret Calon Siswa yang Terbukti Palsukan Data PPDB

Ganjar meminta Disdik untuk mengerahkan semua guru yang ada di Jateng melakukan validasi dan verifikasi. Disdik juga diminta menggandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran SKD itu.

“Didata berapa pendaftar yang pakai SKD, cek semuanya dengan benar. Gandeng Dukcapil untuk melakukan cleansing data agar ini benar-benar akurat,” tegasnya.

Tak hanya soal SKD, Ganjar juga mewanti-wanti adanya penggunaan sertifikat kejuaraan palsu. Untuk itu, pihaknya meminta Disdik jeli dan teliti dalam proses validasi serta verifikasi itu.

“Kalau ditemukan, jangan segan untuk langsung mencopot. Karena ini soal integritas,” tegas Ganjar.

Ia juga menyoroti soal jalur afirmasi anak tenaga medis yang bertugas dalam penanganan covid-19. Ganjar menegaskan, jalur itu hanya khusus bagi anak tenaga medis saja.

“Jadi kami memfasilitasi pejuang Covid, itu hanya untuk anak tenaga medis, tidak semuanya. Sekarang ada yang mengaku tim Covid dan menggunakan itu, kan tidak. Misalnya saya sekarang ini juga masuk tim penanganan Covid-19, tapi ya jangan kemudian saya mendaftarkan anak saya melalui jalur itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri mengatakan, penggunaan SKD banyak terjadi di sekolah-sekolah yang masih dipandang favorit. Pihaknya menegaskan akan melakukan pengecekan dengan teliti terkait kebenaran SKD itu.

Baca juga : Ganjar Mengaku Dapat Banyak Titipan Siswa di PPDB Online

“Misalnya di SMAN 1 Semarang ada 103 orang pakai SKD, di SMAN 2 Semarang ada 114 SKD dan SMAN 3 Semarang ada 139 yang menggunakan SKD,” ucap Jumeri.

Jumeri memastikan, bahwa semua pendaftar yang menggunakan SKD akan dicek kebenarannya. Pihaknya juga telah rapat dengan seluruh jajaran kepala sekolah se Jateng terkait pengecekan ini.

“Nanti seluruh guru akan ditugaskan melakukan pengecekan. Tak hanya SKD, tapi juga persyaratan lain termasuk sertifikat kejuaraan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Karir Beta Media

Kami menantang kalian untuk bergabung di Tim Beta Media. Sebagai Media baru kami butuh talenta muda yang suka tantangan.

2 KOMENTAR

  1. Kalau utk zonasi dgn jarak >2 km dr sklh, kemungkinan besar tdk diterima di sklh negeri.spt tempat tinggal kami.dr Tayu +/- 10km,dari Juwana +/-17km.

  2. di tunggu tindak lanjutnya,di sragen banyak tjd,banyak calon peserta yg tdk sesuai dg alamat tinggal orang tua utk mengakali zonasi

Tinggalkan Balasan

24,765FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,303PengikutMengikuti
13,616PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Mobil yang Diduga Digondol Perampok Ada di Tepi Jalan Sejak Pagi

BETANEWS.ID, KUDUS - Satu unit kendaraan Toyota Innova bernomor polisi K-9369-DT menjadi perhatian sejumlah pengendara yang melintas di depan SMPN 1 Jati,...

Pesona Keindahan Alam Bak Raja Ampat, Bukit Puser Angin Diserbu Wisatawan

BETANEWS.ID, KUDUS - Pagi itu Sabtu (11/7/2020) Bukit Puser Angin Kudus ramai pengunjung. Terlihat para pengunjung ada yang datang menggunakan motor, sepeda...

Berjam-Jam Perampok Satroni Rumah di Jalan Ahmad Yani Kudus, Gondol Rp 2 M

BETANEWS.ID, KUDUS - Kawanan perampok menyatroni rumah milik Lim Cahyo Wibowo yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota...

Gudang Sepeda Milik Fais, Surganya Spare Part Baru dan Bekas di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS - Puluhan orang datang silih berganti ke gudang onderdil sepeda milik Fais, Selasa (7/7/2020). Mereka terlihat masuk dan kemudian memilah...

Rumah Kemasan Jateng Bikin Tampilan Produk UKM Berkelas Internasional

BETANEWS.ID, SEMARANG – Saat gowes dan melintas di depan gedung yang bertuliskan Rumah Kemasan, di Jl Ki Mangunsarkoro Kota Semarang, Jumat (10/7/2020),...

Jalani Bisnis dari Hobi, Kini Vape Jadi Ladang Rezeki Cukong

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi utara Jalan Gang Veteran Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus tampak bangunan berlantai dua berpintu kaca. Di dalam...

Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Khusus di Kawasan Industri

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota membentuk gugus tugas khusus di kawasan industri. Menurutnya, untuk...