BETANEWS.ID, KUDUS – Meningkatnya kasus pasien Covid-19 yang dirawat di Kudus membuat ruang isolasi di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 hampir penuh. Pasien yang dirawat ini adalah pasien positif Covid-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kudus mewacanakan penambahan ruang isolasi hingga membuat satu rumah sakit khusus Covid-19.
Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, dengan meningkatnya kasus Covid-19, otomatis pasien yang dirawat akan ikut meningkat. Apalagi, Kabupaten Kudus juga menjadi rujukan pasien Covid-19 dari kabupaten sekitar.

“Kudus itu bisa dibilang sebagai sentral Covid-19. Karena Kudus menjadi rumah sakit rujukan dari kabupaten sekitar,” tuturnya yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Selasa (23/6/2020).
Efeknya, lanjut Hartopo, kamar isolasi yang digunakan kemungkinan akan overload. Makanya, pihaknya akan mengantisipasi dengan cara menambah ruang isolasi secara bertahap. Selain itu, pihaknya juga berwacana akan membuat satu rumah sakit yang khusus menangani Covid-19.
Baca juga: Ada 71 Pasien Positif Covid-19 Dirawat, Kamar Isolasi Hampir Penuh
“Kita bertahap dulu. Kalau kurang, buka lagi. Kalau kurang, buka lagi. Juga memungkinkan nanti ada satu rumah sakit untuk sentralisasi Covid-19,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatnya kasus Covid-19 di Kudus satu di antaranya karena Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sedang masif melakukan skrening. Itu dilakukan setelah pihaknya memiliki alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk tes swab sendiri, sehingga kegiatan tes swab dapat dilakukan dalam skala banyak dan cepat.
“Sehari kita bisa lakukan tes 90an. Jika sehari misal ada tiga atau empat saja yang positif. Sudah wajar (kasus) meningkat,” tuturnya saat ditemui selepas melantik pejabat fungsional di Command Center.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, jumlah total tempat tidur yang digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 ada 99 buah. Keseluruhan tempat tidur yang tersedia berasal dari tujuh rumah sakit rujukan Covid-19.
Baca juga: Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan
Andini merinci, 99 tempat tidur berasal dari RSUD dr Loekmono Hadi sejumlah 36 buah, RS Mardi Rahayu 38 buah, RSI Sunan Kudus 11 buah dan RS Kumala Siwi 7 buah, RS Aisiyah 3 buah, RS Nurus Syifa 2 buah, dan RS Kartika Husada 2 buah.
“Ini ada penambahan bad lagi di RSUD (dr Loekmono Hadi) 24 buah,” tuturnya.
Sementara itu, dari data resmi corona.kuduskab.go.id per 23 Juni 2020, kasus Covid-19 di Kudus yakni 177 kasus. Dari total tersebut, 80 orang dirawat, 32 orang melakukan isolasi mandiri, 53 orang sembuh, dan 12 orang meninggal. Selain itu, terdapat juga PDP yang masih dirawat di rumah sakit sejumlah 44 orang.
Editor: Ahmad Muhlisin

