31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Moncer saat Pandemi, Bisnis Ikan Arwana di Muntilan Meningkat 20 Persen

BETANEWS.ID, MAGELANG – Pembudidaya Ikan Arwana di Dusun Sorogenen, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang meraup banyak untung selama pandemi. Bahkan, selama tiga bulan ini, bisnis ikan yang sudah masuk pasar ekspor itu naik hingga mencapai 20 persen.

Dusun tersebut memang terkenal jadi sentra budi daya ikan air tawar secara turun temurun. Ini tak terlepas dari bagusnya kadar air di dusun tersebut yang bersumber dari sungai Pabelan di desa setempat. Bahkan, beberapa warga kemudian banyak yang melebarkan sayap untuk budi daya ikan hias, termasuk ikan Arwana. Salah satu pembudidaya ikan arwana tersebut adalah Fajar Sodiq.

Ganjar Pranowo saat mampir ke Pembudidaya ikan arwana, Fajar Sodiq di rumahnya, Dusun Sorogenen, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (28/6/2020). Foto: Ist.

“Sejak 2009 saya memulai budidaya ikan arwana. Setelah menjelaskan cara dan keuntungan budi daya ikan itu kepada para tetangga, akhirnya banyak yang ikut,” katanya, Minggu (28/6/2020).

-Advertisement-

Fajar memang bukan hanya membudidayakan arwana dewasa. Sejak peranakan, ikan arwana telah dia kelola dengan baik di beberapa kolam dan puluhan akuarium di rumahnya. Lahan tersebut masih ditambah dengan puluhan petak kolam yang dikelola tetangganya.

Baca juga: Aris Buka Rahasia Agar Ikan Cupang Menang Kontes

Di tempatnya, Fajar mengembangbiakkan empat jenis salah satu ikan termahal itu. Yaitu silver Brazil, Papua, Arwana Kalimantan, red super. Padahal untuk jenis itu, satu ekor harganya jutaan rupiah. Apalagi yang red super, yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya menggandeng teman dari Jakarta untuk diekspor ke China. Bahkan di masa Pandemi ini penjualan justru naik 20 persen,” katanya.

Jika biasanya dalam satu Minggu dia mengirim sekitar 15 ekor arwana dewasa, di masa pandemi ini dia bisa mengirim 20 ekor ditambah ratusan anakan ikan arwana yang harga satuannya sekitar Rp 18 ribu. Jumlah pengiriman tersebut akan meningkat di Desember sampai Februari atau di musim penghujan.

Budi daya itu ternyata menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Itu terlihat saat orang nomor satu di Jawa Tengah itu mampir ke rumah Fajar untuk melihat proses budi daya ikan arwana, Minggu (28/6/2020).

Baca juga: Kiprah Petani Milenial Bertanam Sayur Organik, Omzetnya Capai Rp 300 Juta Sebulan

“Di tengah Pandemi ini ternyata masih menyimpan berkah untuk para pembudidaya ikan arwana ini. Penjualannya naik 20 persen. Di ekspor juga ke China,” katanya yang mampir saat gowes ke Kabupaten Magelang.

Saat keliling kolam dan akuarium pembibitan, Fajar sempat menunjukkan kepada Ganjar salah satu ikan arwana yang sangat unik. Bahkan, menurut Fajar, ikan tersebut menarik minat para kolektor.

“Tadi menarik, ada ikan arwana yang kelainan genetik ditawar Rp 50 juta tidak dikasih. Mintanya Rp 70 juta. Pernah juga dia menjual seharga Rp 400 juta. Wah bagaimana ya kalau itu digoreng?” kata Ganjar yang membuat Fajar langsung terbahak.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER