Diklaim Lebih Sehat, Permintaan Selada Hidroponik di Muria Farm Tinggi

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, aktifitas di green house Muria Farm yang beralamat di Dukuh Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus tampak ramai. Beberapa orang silih berganti datang untuk membeli sayuran selada segar yang ditanam secara hidroponik. Satu di antaranya adalah Jayadi, pelanggan yang selalu rutin beli selada di sana.

Setelah membayar, sambil menenteng dua kantong plastik besar berisi selada yang dibelinya, warga Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara itu memberi penjelasan kepada Betanews.id soal alasannya membeli selada di Muria Farm.

Salah satu pekerja sedang menimbang selada di kebun hidroponik Muria Farm, Rabu (3/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Dia mengatakan, sudah sekitar tiga tahun berlangganan membeli selada di Muria Farm yang dimiliki Deni Saputra (29) itu. Menurutnya, selada yang ditanam secara hidroponik itu lebih bersih, lebih sehat, dan tidak banyak tangkai sayur yang terbuang.

-Advertisement-

“Saya berlangganan itu sejak Muria Farm berdiri. Bagi saya selada yang ditanam disini kualitasnya bagus. Karena ditanam secara hidroponik, timbangannya itu sesuai karena tidak tercampur tanah,” ujar Jayadi yang membeli selada 15 kilogram, Rabu (3/5/2020).

Baca juga: Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Hal senada juga diungkapkan Erwin Kurniawan (39). Pengurus komunitas hidroponik Kudus (KHK) itu menambahkan, banyak keuntungan berkebun dengan sistem hidroponik. Sayuran yang ditanam secara hidroponik akan menghasilkan tanaman yang sehat untuk dikonsumsi, karena tidak menggunakan pestisida.

“Bercocok tanam secara hidroponik itu bisa jadi pilihan para petani di masa modern. Tidak butuh lahan luas. Serta tanaman yang dihasilkan juga lebih sehat daripada sayuran yang ditanam secara konvensional,” ujar pria yang akrab disapa Erwin tersebut.

Dia menuturkan, meski tidak meenggunakan pestisida, tanaman hidroponik bukan sepenuhnya tanaman organik. Tanaman hidroponik tetap menggunakan bahan kimia, tapi kimia murni yang terukur dan dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, tanaman akan secara otomatis menolak seandainya kimia yang diserap kebanyakan.

“Biasanya tanaman itu akan merespon dengan ujung daunnya terbakar. Itulah kenapa tanaman hidroponik lebih sehat dikonsumsi,” ujar warga Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

Selain itu, lanjutnya, tanaman hidroponik perawatannya lebih mudah. Hama bisa lebih dikendalikan karena jauh dari tanah. Jika ditanam di green house, tanaman akan aman dari hujan, sehingga terhindar dari kerusakan dan jamur.

Untuk peluang bisnis, kata dia, masih sangat terbuka lebar. Masyarakat sekarang sudah kritis terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Banyak dari mereka yang sekarang lebih memilih sayuran hidroponik daripada sayuran yang ditanam dengan media tanah.

“Bahkan di Muria Farm itu bisa menjual 60 kilogram sehari. Itu pun masih banyak peminat yang tidak kebagian. Artinya permintaan masyarakat akan selada hidroponik itu tinggi sekali di Kudus ini,” tutup dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER